Trump Buka Pintu Lebar-lebar Buat China, Hasilnya Nol Besar

8 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump sudah membuka pintu lebar-lebar untuk mengizinkan ekspor chip AI canggih H200 buatan Nvidia ke China. Keputusan itu menyusul pertemuan Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Oktober 2025 di Busan.

Sejak saat itu, Trump terkesan melunak ke China dan tak ingin menambah ketegangan geopolitik. Pemerintahan Trump bahkan menangguhkan beberapa tindakan tegas terkait keamanan nasional yang menargetkan perusahaan China.

Sikap Trump ini memicu kontroversi. Beberapa pihak di Partai Demokrat dan Republik menilai sikap Trump yang melemah ke China berpotensi membahayakan keamanan nasional. Kendati demikian, Trump tetap tidak bergeming.


Di tengah pelunakan sikap Trump, ternyata China masih 'jual mahal'. Kementerian Perdagangan AS mengatakan hingga saat ini belum ada chip H200 yang dijual ke China, meskipun sudah mendapat lampu hijau dari Trump.

"Sepengetahuan saya, sejauh ini belum ada [chip H200 yang terjual ke China]," kata David Peters, asisten sekretaris untuk penegakan ekspor, di Komite Urusan Luar Negeri DPR, dikutip dari Reuters, Kamis (26/2/2026).

Peters juga ditanyai oleh Perwakilan Partai Republik AS, Bill Huizenga, tentang penyelundupan chip ke China. Huizenga merujuk pada laporan Reuters bahwa startup AI asal China, DeepSeek, menggunakan chip tercanggih Nvidia untuk melatih model AI terbarunya, yang kemungkinan melanggar kontrol ekspor AS.

"Ya, ada penyelundupan chip, itu terjadi," kata Peters. "Kami secara aktif menangani masalah ini. Ini termasuk di antara prioritas penegakan hukum utama kami," ia menambahkan.

Kedutaan Besar China di Washington dan Nvidia tidak segera merespons permintaan komentar dari Reuters.

Sebagai informasi, chip H200 merupakan prosesor tercanggih kedua buatan Nvidia yang tersedia di pasaran saat ini. Sebelumnya, chip tersebut 'diharamkan' dijual ke China karena AS khawatir Beijing akan mengembangkan AI untuk memperkuat militernya.

Keputusan Trump yang tiba-tiba memberi lampu hijau untuk ekspor H200 ke China mendapat perlawanan dari beberapa pihak.

Namun, perwakilan pemerintah yang dipimpin oleh kepala bagian AI Gedung Putih, David Sacks, mengatakan bahwa pengiriman chip AI canggih ke China akan menghambat para pesaing seperti Huawei untuk menggandakan upaya mengejar ketertinggalan dengan desain chip tercanggih dari Nvidia dan ADM.

Di sisi lain, para pengamat politik garis keras China khawatir chip tersebut dapat dengan mudah disalahgunakan untuk tujuan komersial guna membantu meningkatkan kemampuan militer China dan mengancam dominasi AS dalam bidang AI.

Reuters melaporkan hingga saat ini pengapalan chip tersebut masih mengambang.

Sebelumnya, bea cukai China dilaporkan sempat menolak untuk menerima chip H200 di negaranya. Xi Jinping belum secara formal menyebut akan menerima atau menolak chip tersebut.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, China memang menggencarkan upaya untuk mengembangkan chip AI sendiri, di tengah gempuran sanksi dari AS. China berambisi untuk meningkatkan kemandirian teknologi agar bebas dari ketergantungan dengan AS.

Bahkan, sempat dilaporkan bahwa pemerintah China meminta perusahaan lokal berhenti menggunakan chip buatan AS. Pemerintah China juga dilaporkan memberikan diskon tagihan listrik untuk perusahaan yang membangun data center dengan chip AI buatan lokal.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |