Jakarta -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan layanan baru Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (SH2). Waktu tempuh perjalanan rute tersebut diperkirakan mencapai 121 menit atau sekitar 2 jam dalam sekali perjalanan.
Peluncuran rute ini dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026). Layanan ini diharapkan menjadi alternatif transportasi menuju bandara sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan menjelaskan estimasi waktu perjalanan tersebut dihitung berdasarkan panjang lintasan yang mencapai sekitar 65,1 kilometer.
"Untuk estimasi perjalanan memang diperkirakan 121 menit. Jadi ini kita persiapkan panjang lintasan 65,1 kilometer," kata Ujang dalam kesempatan yang sama.
Ia mengatakan rute ini akan dilayani oleh 14 unit bus. Bus akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan interval kedatangan sekitar 10 hingga 20 menit.
Menurut Ujang, layanan ini memiliki total 23 titik pemberhentian yang tersebar di wilayah Jakarta hingga kawasan bandara. Beberapa titik pemberhentian di Jakarta antara lain Terminal Blok M, Bundaran Senayan, FX Sudirman, kawasan Gelora Bung Karno, hingga area sekitar kompleks DPR/MPR.
Sementara itu, pemberhentian di kawasan bandara mencakup sejumlah titik seperti Terminal Kargo, Stasiun Kereta Bandara, hingga area imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bus juga akan berhenti di tiga terminal penumpang, yakni Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan layanan ini dihadirkan untuk memberikan alternatif transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat menuju bandara. Selama ini, mayoritas penumpang bandara masih menggunakan kendaraan pribadi.
Ia menyebut berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pengguna bandara setiap tahun mencapai sekitar 54,9 juta orang. Sekitar 70 hingga 80 persen di antaranya menggunakan kendaraan pribadi.
"Kalau 70 sampai 80 persen dari 54,9 juta itu menggunakan transportasi pribadi, pasti berpotensi menambah beban atau traffic jam di lapangan," ucap Pramono.
Simak juga Video: Ada Transjabodetabek Tujuan Soetta, Pramono Bicara Nasib Angkutan Lain
(bel/zap)

















































