Ternyata Ini 5 Sektor yang Jadi Incaran Asing di RI

3 hours ago 1

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

15 January 2026 15:20

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri logam dasar, transportasi, dan pertambangan menjadi tiga subsektor yang paling banyak diburu investor sepanjang 2025.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi melalui BKPM, realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau tumbuh 12,7% secara tahunan.

Capaian tersebut setara 101,3% dari target investasi nasional 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun, sekaligus menunjukkan minat investor masih terjaga meski arah investasi kian selektif dan terkonsentrasi pada subsektor bernilai tambah dan penopang rantai pasok.

Dampaknya juga terlihat ke pasar tenaga kerja karena penyerapan tenaga kerja mencapai 2,71 juta atau naik 10,4% dibanding 2024.

Dari sisi sebaran wilayah, porsi investasi luar Jawa sedikit lebih besar yakni 51,3% atau Rp991,2 triliun, sementara Jawa 48,7% atau Rp940,0 triliun.

Jika dilihat berdasarkan sumbernya, penanaman modal dalam negeri menjadi motor utama dengan porsi 53,4% atau Rp1.030,3 triliun, sedangkan penanaman modal asing 46,6% atau Rp900,9 triliun.

Sektor dengan Investasi Terbesar di 2025

Dari gabungan PMA dan PMDN, minat investor pada 2025 paling besar mengalir ke industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Nilai investasinya mencapai Rp262,0 triliun dengan porsi 13,6% dari total investasi di 2025 yang menggambarkan kuatnya dorongan investasi di sektor pengolahan dan hilirisasi.

Setelah itu ada subsektor transportasi, gudang dan telekomunikasi yang mengantongi Rp211,0 triliun atau 10,9%. Kebutuhan logistik, konektivitas, dan infrastruktur penopang distribusi masih jadi prioritas.

Pertambangan menyusul dengan Rp199,6 triliun atau 10,3%, menunjukkan sektor berbasis sumber daya tetap menarik di tengah kebutuhan komoditas dan pasokan bahan baku industri. Lalu ada jasa lainnya dengan Rp170,5 triliun atau 8,8%, mencerminkan menguatnya aktivitas sektor jasa penunjang ekonomi.

Terakhir, perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencatat Rp140,4 triliun atau 7,3%, sejalan dengan ekspansi kawasan industri dan kebutuhan properti penopang kegiatan usaha.

Investor Asing Paling Ngebut di Mana?

Jika melihat dari sisi penanaman modal asing, subsektor terbesar masih industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai US$14,6 miliar dan porsi 26%. Besarnya porsi ini menggambarkan bahwa investor asing masih menaruh perhatian kuat pada industri pengolahan yang terhubung ke rantai pasok global.

Berikutnya adalah pertambangan sebesar US$4,7 miliar dengan porsi 8,4%, lalu jasa lainnya sebesar US$4,5 miliar dengan porsi 8,0%.

Industri kimia dan farmasi juga masuk lima besar dengan US$3,8 miliar atau 6,8%, yang mengisyaratkan minat pada sektor berteknologi dan bernilai tambah.

Sementara itu transportasi, gudang, dan telekomunikasi mencatat US$3,3 miliar atau 5,8% yang menegaskan bahwa kebutuhan konektivitas tetap menjadi tema utama bagi investor luar negeri.

Modal Lokal Mengalir ke 5 Sektor Ini

Untuk penanaman modal dalam negeri, arus terbesar justru masuk ke transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan Rp158,6 triliun dan porsi 15,4%.

Ini menunjukkan pelaku domestik fokus memperkuat jaringan distribusi, pergudangan, dan layanan konektivitas yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi. Pertambangan berada di posisi berikutnya dengan Rp123,8 triliun atau 12,0%, mengindikasikan sektor ini tetap menjadi pilihan utama investor lokal.

Sektor Perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencatat Rp99,6 triliun atau 9,7%, sejalan dengan kebutuhan lahan usaha, pabrik, gudang, serta ekspansi kawasan industri.

Jasa lainnya juga besar dengan Rp98,6 triliun atau 9,6%, mencerminkan peran sektor jasa dalam mendukung kegiatan bisnis.

Sementara itu, sektor perdagangan dan reparasi menutup lima besar dengan Rp92,9 triliun atau 9,0% yang menggambarkan aktivitas konsumsi yang terus tumbuh dan menjadi bagian penting dari mesin ekonomi dalam negeri.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |