Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) optimis lembaga investasi yang dibentuk pada pemerintahan Prabowo Subianto dapat membawa kontribusi besar bagi perekonomian nasional melalui pengembangan aset perusahaan-perusahaan BUMN.
Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria mengungkapkan, perolehan laba dari seluruh perusahaan BUMN saat ini sebesar Rp 330 triliun. Capaian tersebut lebih besar dibandingkan Temasek milik Singapura yang sekitar Rp 136 triliun.
"Kita mungkin orang belum tahu dengan performance kita hari ini tuh ini kalau kita lihat dari laporan keuangannya Temasek, net income mereka itu kurang lebih 12 bilion, 12 bilion Singapura Dolar. Jadi kalau kita rupiahkan kurang lebih 136 triliun labanya Temasek. Laba kita Rp 330 triliun," ujarnya saat berbincang dengan CNBC Indonesia, dikutip Senin (24/8/2026).
Dony memproyeksikan, laba konsolidasi BUMN tahun ini dapat mencapai Rp 360 triliun. Artinya, angka tersebut dua kali lipat lebih besar dibandingkan Temasek. "Jadi kalau secara size daripada net income tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek," sebutnya.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bahwa perusahaan negara mampu untuk memiliki perusahaan-perusahaan yang handal ke depannya. Hal itu tercermin dari investasi yang dilakukan Danantara dengan menggandeng perusahaan global.
"itu berinvestasi di Mekah. Kita baru selesai mengakuisisi ada hotel di Mekah kemudian juga ada tanah lain yang kita bikin tamu haji di Mekah. Kita juga berencana Pak Rosan mengupdate itu akan berinvestasi di airport-nya di Madinah. Jadi banyak sekali kita akan go global," sebutnya.
Selain itu, Ia melanjutkan lebih jauh, Danantara juga mendorong PT. Pegadaian (Persero) untuk mengakuisisi perusahaan dengan bisnis serupa asal Filipina. "Perusahaan pegadaian di sana juga mirip dengan itu karena bisnis modern yang sama dan kita sudah lebih unggul. Kita bisa ekspansi juga di sana," ucapnya.
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]

















































