Tanda Kolesterol Tinggi yang Muncul di Mata, Perhatikan Ini!

3 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kolesterol adalah zat lemak yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan berperan penting dalam pembentukan sel serta hormon. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung koroner dan stroke.

Menurut American Heart Association, kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah atau aterosklerosis, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Selain melalui pemeriksaan darah, kolesterol tinggi terkadang dapat dikenali dari tanda fisik tertentu. Salah satu yang sering diperhatikan adalah munculnya bercak kekuningan di sekitar mata yang dikenal sebagai xanthelasma.

Apa Itu Xanthelasma?

Xanthelasma adalah endapan lemak yang terbentuk di bawah permukaan kulit, biasanya di area kelopak mata bagian atas atau bawah. Kondisi ini ditandai dengan plak berwarna kuning pucat yang sering muncul di sudut dalam mata dan dapat terlihat simetris di kedua sisi.

Menurut Cleveland Clinic, xanthelasma merupakan jenis xanthoma yang terbentuk akibat penumpukan lipid (lemak) di kulit, dan kondisi ini sering dikaitkan dengan kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti seseorang pasti memiliki kolesterol tinggi.

Tidak Selalu Menandakan Kolesterol Tinggi

Menurut DermNet New Zealand, sekitar setengah dari kasus xanthelasma berhubungan dengan gangguan lipid, sementara sisanya dapat terjadi pada orang dengan kadar kolesterol normal.

Karena itu, xanthelasma bukan diagnosis pasti, tetapi dapat menjadi tanda risiko yang perlu diperiksa lebih lanjut melalui tes darah.

Ciri-ciri Xanthelasma

Menurut NHS (National Health Service), karakteristik umum xanthelasma meliputi:

  • Berwarna kuning atau kekuningan

  • Terletak di kelopak mata atas atau bawah

  • Teksturnya lunak atau sedikit kenyal

  • Sering muncul simetris di kedua sisi mata

  • Dapat membesar atau bertambah jumlahnya seiring waktu

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang usia paruh baya atau lanjut usia dan sedikit lebih banyak ditemukan pada wanita.

Apakah Berbahaya?

Menurut Mayo Clinic, xanthelasma umumnya tidak berbahaya dan tidak mengganggu penglihatan. Namun, karena sering berkaitan dengan gangguan metabolisme lemak, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan profil lipid untuk mengetahui kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.

Penyebab Kolesterol Tinggi

Menurut World Health Organization (WHO), kolesterol tinggi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans

  • Kurang aktivitas fisik

  • Obesitas atau kelebihan berat badan

  • Kebiasaan merokok

  • Faktor genetik (familial hypercholesterolemia)

Kapan Harus Periksa?

Jika muncul bercak kuning di area mata, sebaiknya segera memeriksakan diri, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga penyakit jantung, diabetes, atau tekanan darah tinggi. Pemeriksaan biasanya meliputi evaluasi visual, riwayat kesehatan, dan tes darah.

Bercak kuning di sekitar mata memang tidak berbahaya, tetapi bisa menjadi sinyal adanya gangguan metabolisme lemak dalam tubuh. Meski tidak selalu menandakan kolesterol tinggi, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan dan perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis untuk mencegah risiko penyakit jantung di kemudian hari.

(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |