Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu pendiri Google, Larry Page, tercatat sebagai orang terkaya kedua di dunia. Menurus estimasi Forbes, harta kekayaannya sebesar US$269 miliar atau setara Rp4.500 triliun.
Page memang dikenal sebagai pengusaha sukses lintas sektor. Setelah membangun raksasa internet mesin pencarian, belakangan Page tertarik berbisnis di sektor otomotif, aviasi, hingga kesehatan.
Namun, harta kekayaan berlimpah ternyata tak membuat Page rela membayar pajak dalam jumlah besar. Ia bahkan rela kabur dari negara domisilinya, California, hanya untuk menghindari ancaman pajak tambahan.
Dikutip dari Business Insider, Senin (12/1/2026), Page telah memutus hubungan antara California dengan banyak asetnya yang berisiko membuatnya terkena pajak kekayaan baru yang diusulkan di negara bagian tersebut.
Pemutusan hubungan dengan California dilakukan dalam tenggat waktu akhir tahun 2025, menurut dokumen yang ditinjau Business Insider.
Family Office milik Page, Koop, telah keluar dari California sejak akhir Desember 2025 dan tergabung ke Delaware, menurut dokumen yang tertera di dua negara bagian.
Page mengonversi beberapa entitas ke Delaware, termasuk Flu Lab LCC yang mendanai riset untuk menangkal influenza dan terdaftar berkantor di Florida, serta One Aero yang mendanai bisnis mobil terbangnya dan terdaftar berkantor di Florida.
Tak cuma itu, perusahaan aviasi milik Page, Dynatomics, juga turut dikonversi ke Delaware. Page sendiri juga dilaporkan tak lagi berada di California, menurut Business Insider.
Kabar ini mencuat setelah Page dilaporkan memberi tahu beberapa orang terkait rencananya meninggalkan California, akibat aturan pajak baru yang diusulkan di negara bagian tersebut. Adapun aturan itu akan mengenakan pajak sebesar 5% untuk aset-aset yang bernilai US$1 miliar.
Beberapa nama besar yang sudah buka suara untuk menentang usulan aturan pajak baru tersebut adalah David Sacks, Palmer Luckey, dan Alexis Ohanian.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]


















































