Pengusaha RI Blak-Blakan Sektor Terkena Parah Perang Iran Vs AS-Israel

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia usaha mulai mencermati potensi dampak lanjutan konflik geopolitik di Timur Tengah antara Iran Vs AS-Israel terhadap sektor perdagangan dan industri nasional. Risiko terbesar diperkirakan akan muncul jika gangguan logistik global berlangsung dalam waktu lama.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan sektor berbasis ekspor menjadi salah satu yang paling rentan terhadap gangguan distribusi global.

"Kalau logistik internasional terganggu, maka sektor-sektor yang berbasis ekspor tentu akan merasakan dampaknya," kata Sarman kepada CNBC Indonesia, Selasa (17/3/2026).

Ia menyebut beberapa komoditas unggulan Indonesia yang bergantung pada kelancaran jalur perdagangan internasional. "Misalnya komoditas seperti CPO, batu bara, garmen, alas kaki, hingga elektronik yang selama ini menjadi produk ekspor utama kita," ujarnya.

Gangguan distribusi global bisa mempengaruhi kelancaran pengiriman barang ke pasar internasional serta meningkatkan biaya logistik. "Kalau jalur logistik terganggu, tentu pengiriman barang akan terhambat dan biaya distribusi juga bisa meningkat," kata Sarman.

Selain sektor ekspor, industri dalam negeri yang bergantung pada bahan baku impor juga berpotensi menghadapi tekanan. "Industri yang masih mengandalkan bahan baku impor juga bisa terdampak karena pasokannya bisa terganggu," ujarnya.

Dalam situasi tersebut, ia berharap pemerintah dapat menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas industri dan perdagangan nasional. "Kita tentu berharap pemerintah bisa mengantisipasi sejak dini jika nanti terjadi gangguan terhadap pasokan energi, bahan baku, maupun logistik," kata Sarman.

Di sisi lain, Sarman juga berharap konflik global tidak berlangsung lama agar stabilitas ekonomi dunia tetap terjaga. "Kita semua berharap para pemimpin dunia bisa segera menemukan jalan damai sehingga ekonomi global tetap stabil dan kesejahteraan masyarakat bisa terjaga," ujar Sarman.

(hoi/hoi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |