Sultan Gadungan Ternyata Tipu 17 Wanita Pakai Iming-iming Renovasi Rumah

1 day ago 1

Garut -

Polisi menangkap pria bernama Nurhadi Sulistya (46) karena menipu sejumlah wanita hingga rela merobohkan rumah. Pelaku berpura-pura hendak menikahi korban dengan iming-iming membangunkan rumah baru. Korban terakhir adalah warga Garut.

Aksi tipu-tipu pria asal Ciamis itu menghebohkan publik setelah korban melapor ke polisi akhir pekan lalu. Menurut Kapolsek Banjarwangi Ipda Ipar Suparlan, kejadian bermula saat Nurhadi berkenalan dengan Mimin (46), warga Banjarwangi, melalui Facebook.

"Setelah menjalin komunikasi melalui media sosial, pekan lalu terduga pelaku datang menemui keluarga korban di Banjarwangi dengan maksud hendak meminang korban," ungkap Ipar, dilansir detikJabar, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ipar menuturkan, saat menemui keluarga Mimin, Nurhadi mengaku sebagai arsitek sekaligus kontraktor proyek. Tak tanggung-tanggung, selain berniat meminang Mimin yang berstatus janda, Nurhadi mengklaim akan membangunkan rumah baru untuk keluarga korban.

Semula, tidak ada yang mencurigakan dari Nurhadi. Keluarga semakin percaya setelah tersangka mengajak salah satu kerabat korban berbelanja material di sebuah toko bangunan. Nilainya cukup fantastis, mencapai Rp 113 juta berdasarkan keterangan saksi kepada polisi.

Di sinilah kecurigaan mulai timbul. Ipar menuturkan, saat keluarga korban sudah merobohkan rumah lama untuk direnovasi, mereka hendak mengangkut bahan bangunan dari toko. Namun ternyata material tersebut belum dibayar oleh Nurhadi.

"Karena curiga, keluarga korban kemudian melaporkan dugaan penipuan ini kepada kami. Personel Unit Reskrim kami kemudian datang ke lokasi dan mengamankan terduga pelaku," ungkap Ipar.

Tak Sekali Beraksi

Setelah Nurhadi ditangkap, Polsek Banjarwangi melimpahkan kasusnya ke Polres Garut. Fakta baru pun terungkap dari hasil interogasi personel Satreskrim Polres Garut.

"Menurut keterangan Tersangka, Tersangka melakukan aksi penipuan sebanyak 17 kali dengan modus yang hampir serupa," ucap Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi.

Motif utama Nurhadi melakukan tindakan ini masih didalami polisi. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Adi, tersangka diduga hanya ingin menumpang hidup dan makan gratis di rumah para korbannya.

"Dari hasil penyelidikan juga diketahui, tersangka ini bukan berprofesi sebagai arsitek atau kontraktor, melainkan petugas kebersihan," tutur Adi.

Baca selengkapnya di sini

Simak juga Video 'Sahroni Diperas Pegawai KPK Gadungan Saat Pimpin Rapat':

(idh/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |