Jakarta, CNBC Indonesia — PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp265,28 miliar pada tahun 2025. Angka itu turun 15,52% secara tahunan atau year on year dari sebelumnya Rp356,34 miliar pada tahun 2024.
Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan emiten ritel itu tercatat turun 16,31% yoy menjadi sebesar Rp1,72 triliun. Komisi penjualan konsinyasi juga turun 8,44% yoy menjadi Rp642,94 miliar. Lantas, total pendapatan turun menjadi Rp2,36 triliun dari setahun sebelumnya Rp2,76 triliun.
Penurunan pendapatan terbesar terjadi di wilayah penjualan Sumatra, yakni sebesar 20,76% yoy, menjadi Rp 448 miliar. Pada periode yang sama penjualan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang menjadi tulang punggung perusahaan turun 13,71% menjadi Rp 1,7 triliun.
Meski beban pokok penjualan barang beli putus turun 17,64% yoy menjadi Rp1,13 triliun, laba bruto juga turun 11,04% yoy menjadi Rp1,24 triliun.
RALS berhasil menekan sejumlah beban. Seperti beban penjualan turun menjadi Rp80,02 miliar dari setahun sebelumnya Rp111,10 miliar, dan beban umum dan administrasi turun menjadi Rp1,08 triliun.
Pendapatan lainnya tercatat naik menjadi Rp137,45 miliar. Beban lainnya turun jadi Rp13,51 miliar. Namun begitu, laba usaha turun menjadi Rp195,58 miliar dari setahun sebelumnya sebesar Rp255,46 miliar.
Walaupun sudah menutup sejumlah gerai, RALS masih tak dapat membendung tekanan terhadap kinerja top line dan bottom line tahun 2025. Tercatat, jumlah gerai Ramayana sebanyak 86, berkurang 4 dari setahun sebelumnya. Sementara itu, gerai Robinson dan Cahaya tidak berkurang.
Sementara itu, per akhir Desember 2025, RALS memiliki 2.968 karyawan. Jumlah ini turun 12,58% secara tahunan. Artinya sepanjang tahun lalu Ramayana mengurangi total pekerja sebanyak 427 karyawan.
(mkh/mkh)
Addsource on Google


















































