Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura akan menciptakan sekitar 15.700 lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan seiring realisasi komitmen investasi yang masuk sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar dua pertiga posisi menawarkan gaji bulanan kotor di atas 5.000 dolar Singapura, atau setara lebih dari Rp58 juta per bulan.
Hal itu disampaikan Economic Development Board (EDB) dalam konferensi pers kinerja tahunan 2025, dikutip dari Strait Times, Selasa (10/2/2026).
EDB merinci, 40% lapangan kerja baru berada di sektor jasa, 37% di manufaktur, dan 23% sisanya di riset dan pengembangan (R&D) serta inovasi. Sebagian besar posisi ditujukan bagi profesional, manajer, eksekutif, dan teknisi, termasuk untuk lulusan baru maupun pekerja berpengalaman yang ingin beralih karier.
Ketua EDB Png Cheong Boon mengatakan, pekerjaan yang tercipta tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menawarkan jalur karier yang jelas dan peluang peningkatan keterampilan. Menurutnya, investasi ini diharapkan membuka ruang pembelajaran baru bagi tenaga kerja lokal untuk mengisi peran-peran strategis.
Dari sisi investasi, Singapura berhasil mengamankan 14,2 miliar dolar Singapura investasi aset tetap sepanjang 2025, naik 5,2% dibandingkan 2024, meski dunia tengah dihadapkan pada fragmentasi ekonomi, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan teknologi yang cepat.
Namun, meski nilai investasi meningkat, jumlah lapangan kerja yang dihasilkan justru menjadi yang terendah dalam satu dekade terakhir, turun sekitar 16% dibandingkan proyeksi 18.700 pekerjaan pada 2024.
Direktur Pelaksana EDB Jermaine Loy menilai penurunan ini dipengaruhi sikap perusahaan yang lebih konservatif dalam memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja, di tengah meningkatnya otomatisasi dan digitalisasi lintas industri. Meski begitu, ia menegaskan kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas.
"Pekerjaan yang tercipta adalah pekerjaan bernilai tambah tinggi dan menawarkan jalur karier yang bermakna bagi warga Singapura," ujarnya.
Untuk menjaga daya saing tenaga kerja, EDB terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan, lembaga pendidikan, dan asosiasi industri. Fokusnya antara lain pada peningkatan keterampilan digital, termasuk penerapan praktis kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan komputasi awan. Program pascasarjana industri juga diperluas untuk menyiapkan talenta lokal di bidang R&D.
Selain itu, EDB menyiapkan pemimpin lokal agar mampu menduduki posisi strategis di perusahaan global. Pada 2025, 65 peserta mengikuti angkatan kedua Singapore Leaders Network Fellowship, meningkat dari 60 orang pada tahun sebelumnya. Program kepemimpinan selama sembilan bulan ini menyasar manajer hingga eksekutif senior untuk peran global.
Dalam kerangka Global Business Leaders Programme, EDB juga menempatkan peserta di berbagai negara, termasuk Indonesia, China, Belanda, Latvia, dan Amerika Serikat, dengan sektor sasaran mulai dari dirgantara, energi, kimia, hingga barang konsumsi.
EDB mencatat, investasi terbaru banyak mengalir ke bidang kecerdasan buatan, precision medicine, ekonomi hijau, perangkat keras generasi baru, serta mobilitas masa depan, baik untuk kegiatan manufaktur maupun riset.
"EDB akan terus bekerja sama dengan perusahaan, mitra industri, dan pemerintah untuk memastikan tenaga kerja Singapura siap mengambil peluang baru ini," kata Loy.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]


















































