Jakarta, CNBC Indonesia - Sinergi antar kementerian dibutuhkan untuk menyukseskan program-program prioritas pemerintah secara keseluruhan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Masing-masing kementerian memiliki peran krusial sebagai motor penggerak ekonomi melalui wewenangnya dalam merumuskan kebijakan, regulasi, hingga pengawasan sesuai sektornya.
Upaya-upaya tersebut untuk turut mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup ambisius yakni 8% pada 2029. Di samping itu, strategi pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional 8% pada 2029 antara lain mendorong kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang selaras dan saling menguatkan.
Pemerintah juga mengakselerasikan investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor dan mendorong peran BPI Danantara untuk percepatan investasi yang produktif pada sektor strategis. Tak hanya itu, investasi jangka panjang untuk leverage aset negara juga terus diperkuat melalui peningkatan partisipasi investor global.
Lantas, kebijakan fiskal pada tahun depan akan diarahkan untuk mendorong perekonomian nasional tumbuh lebih tinggi, serta sejahtera lebih cepat. Dari situ, pemerintah optimis perekonomian Indonesia dapat tumbuh lebih cepat yang kemudian akan berdampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
Untuk mengulas hal itu secara komprehensif, CNBC Indonesia menghadirkan Economic Update 2026 dengan tema "Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian".
Berbagai topik akan diulas, di antaranya capaian kinerja program prioritas kementerian dalam konteks dinamika ekonomi terkini, sekaligus arah penguatan kebijakan ke depan. Pembahasan difokuskan pada sejauh mana program yang dijalankan mampu mendorong pertumbuhan, meningkatkan efisiensi, serta menjawab tantangan struktural yang dihadapi.
Selain itu, update ini juga menyoroti langkah strategis yang akan diambil untuk memperkuat dampak program, memastikan keberlanjutan, dan menjaga relevansi kebijakan terhadap kebutuhan ekonomi yang terus berkembang.
Pada hari kedua Selasa, 23 Juni 2026, Economic Update 2026 menghadirkan diskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Pertanian Zulkifli Hasan, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya. Hadir juga Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti, CEO PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Mota, dan Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI Bustanul Arifin.
Jangan lewatkan Economic Update 2026 mulai 22 Juni hingga 3 Juli 2026 pukul 08.00 secara eksklusif melalui berbagai program unggulan CNBC Indonesia, yakni Squawk Box, Profit, Power Lunch, Closing Bell, dan Evening Up. Economic Update 2026 didukung oleh Shark dan PT Pertamina (Persero).
Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

















































