Siap-Siap RI Punya Kilang Minyak Baru Terbesar di 2026, Ini Pemiliknya

1 day ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia bersiap memiliki kilang minyak terbesar pada 2026 ini dengan kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel per hari (bph). Kilang tersebut adalah Kilang Balikpapan dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero).

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahapan operasional awal, seiring dimulainya rangkaian start-up unit utama pengolahan, yakni Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, yang merupakan hasil modernisasi Kilang Balikpapan melalui proyek RDMP.

Unit RFCC merupakan unit utama kilang, sebagai jantung modernisasi kilang yang akan memproduksi bahan bakar berstandar setara Euro V dan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan.

Dengan nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau setara dengan sekitar Rp 120 triliun, proyek ini menjadi modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu proyek energi paling strategis di Asia Tenggara.

Proyek strategis ini sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat hilirisasi energi, meningkatkan kemandirian industri migas nasional, menambah nilai ekonomi sumber daya dalam negeri, serta memperkokoh ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Adapun, sejumlah tonggak penting proyek RDMP Balikpapan telah berhasil diselesaikan. Di antaranya, uji coba kapasitas Unit Penyulingan yang meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260 ribu menjadi 360 ribu bph.

Selain itu, proyek juga telah menyelesaikan commissioning fasilitas tambat Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 DWT, yang memungkinkan penyandaran kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC).

Proyek RDMP Balikpapan juga mencakup pembangunan dua unit tangki penyimpanan minyak mentah baru di kawasan Lawe-Lawe, masing-masing berkapasitas 1 juta barel, serta keberhasilan pengoperasian unit pemurnian LPG dengan kapasitas produksi mencapai 43 ribu ton per tahun.

"Hari ini akan dilakukan pengoperasian awal Unit RFCC Complex. Untuk memohon kelancaran proses tersebut, kami melaksanakan kegiatan doa bersama agar tahapan-tahapan yang akan dilalui bisa berjalan aman dan lancar," kata Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani, dikutip Senin (5/1/2026).

Milla menambahkan, Proyek RDMP Balikpapan sebagai langkah untuk meningkatkan desain kapasitas kilang dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari, dan akan menghasilkan tambahan produksi gasoline, diesel, avtur, dan LPG yang seluruhnya memenuhi standar emisi setara Euro V.

"Proyek RDMP juga nantinya akan menghasilkan tambahan kapasitas produksi mencapai 336 ribu ton LPG per tahun, menjadikan kilang Balikpapan sebagai penggerak utama program transisi energi bersih di Indonesia," kata Milla.

Adapun, terlaksananya proyek RDMP tidak lepas dari dukungan pemerintah, melalui penetapannya sebagai Proyek Strategis Nasional, dalam mendukung swasembada energi nasional, memperkuat hilirisasi industri, serta memastikan Pertamina menjadi tulang punggung transformasi energi Indonesia menuju kemandirian dan keberlanjutan.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun. Proyek ini juga memiliki TKDN lebih dari 35%, serta telah menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi.

"Selain memperkuat struktur ekonomi nasional, proyek ini membawa dampak sosial positif melalui pembangunan infrastruktur lokal, pemberdayaan masyarakat, serta program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan," tutup Milla.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |