RI Bertahan! Harga BBM di AS Justru Melejit Rp17.980 per Liter

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat terus mengalami kenaikan seiring memanasnya konflik antara AS-Israel dan Iran yang kini memasuki bulan kedua.

Berdasarkan data terbaru yang dikutip dari akun instagram Al Jazeera, rata-rata harga BBM secara nasional telah melampaui US$4 per galon. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Jika dihitung secara rinci, satu galon BBM di Amerika Serikat setara dengan 3,785 liter. Artinya, apabila harga BBM dipatok US$4 per galon atau sekitar Rp68.049 per galon, maka harga per liter mencapai sekitar Rp17.980 per liter.

Sementara itu, kenaikan harga juga terlihat lebih tajam di sejumlah wilayah. Di New York, misalnya beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bahkan mematok harga di atas US$5 per galon.

Lonjakan harga ini tak terlepas dari tekanan di pasar minyak global akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz, salah satu jalur vital perdagangan minyak dunia.

Lain dengan AS, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menahan harga BBM di dalam negeri baik itu harga BBM subsidi maupun yang non subsidi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, bahwa untuk BBM bersubsidi, pada 1 April 2026 ini pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga, baik naik maupun turun. Harga BBM subsidi diputuskan tetap atau flat demi melindungi daya beli masyarakat kelompok bawah dari dampak tekanan ekonomi global.

Nah, untuk BBM non subsidi Bahlil menyampaikan sedang melakukan pembahasan terkait penyesuaian harga BBM non-subsidi. Pembahasan itu dilakukan bersama PT Pertamina (Persero) dan para pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta.

Namun yang jelas, per 1 April 2026 ini, harga BBM non subsidi tidak mengalami kenaikan. "Untuk BBM yang non-subsidi sampai dengan hari ini kami dengan tim Pertamina maupun dengan SPBU-SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai. Nah waktunya kapan, tunggu dulu. Jadi artinya apa, belum juga ada penyesuaian harga, masih tetap sama," ujar Bahlil dalam konferensi pers, dikutip Rabu (1/4/2026).

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |