Rekayasa Akuntan di Jakbar: Laptop Dibegal demi Bebas Cicilan

2 hours ago 1
Jakarta -

Seorang akuntan inisial AC harus berurusan dengan pihak kepolisian gegara melakukan rekayasa. Ia mengarang cerita dibegal di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), demi terbebas dari cicilan laptop.

Dirangkum detikcom, Minggu (26/7/2026), Kasus bermula saat AC datang ke kantor polisi dan membuat laporan pada tanggal 22 Juli 2026. AC saat itu menjelaskan kepada polisi bahwa dirinya telah dibegal di Jalan Kampung Malang, Cengkareng Barat.

Dalam laporannya itu, AC menyebut tasnya yang berisi uang tunai Rp 1 juta dan laptop Lenovo Legion dirampas begal. AC mengaku mengalami kerugian senilai total Rp 27,3 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam laporan tersebut, dia juga mengaku mengalami luka tusuk di lengan kiri akibat perlawanan terhadap pelaku," kata Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben.

Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat kemudian turun melakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengambilan keterangan saksi-saksi dan pelapor (AC), hingga mengumpulkan alat bukti lainnya. Namun, dari penyelidikan itu pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan hingga akhirnya terungkap fakta bahwa AC membuat laporan palsu.

Setelah tim melakukan penyelidikan secara mendalam, ternyata kejadian tersebut hanya karangan AC semata. Belakangan diketahui bahwa laptop yang diklaim AC dirampas begal itu ternyata sedang diperbaiki di pusat servis Mangga Dua.

Pengakuan AC bahwa tangannya terluka saat melawan begal juga terbantahkan. Belakangan terkuak bahwa AC sengaja melukai dirinya sendiri dengan gunting di kamar mandi demi meyakinkan polisi bahwa dirinya dibegal.

Motif Demi Bebas Cicilan Laptop

Ruben membeberkan bahwa AC merekayasa kasus demi terbebas dari cicilan laptop. Dasar laporan polisi, kata dia, akan dipakai untuk mengajukan klaim ke pihak pembiayaan.

"Laptop tersebut bernilai sekitar Rp 27,3 juta dan baru dibayar sekitar lima kali angsuran. Dengan dasar laporan polisi bahwa dirinya menjadi korban begal, pelapor bermaksud mengajukan klaim kepada pihak pembiayaan agar cicilan laptop tersebut dapat dihentikan," kata Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben AY, dalam keterangannya, Sabtu (25/7).

Dalam pemeriksaan di kantor polisi, AC mengakui dirinya telah merekayasa soal begal tersebut karena merasa terbebani dengan angsuran laptop tersebut.

"Motif utamanya adalah agar memperoleh klaim asuransi sehingga tidak lagi terbebani cicilan laptop," ucapnya.

Kejanggalan Laporan

Rekayasa AC ini terungkap setelah polisi mencium sejumlah kejanggalan. Pertama, soal laptop yang diklaimnya raib dirampas begal itu ternyata ada di pusat servis.

"Laptop tersebut ternyata tidak pernah dirampas, melainkan sedang berada di pusat servis di kawasan Mangga Dua untuk menjalani proses perbaikan," kata Ruben.

Fakta tersebut diperkuat dengan dokumen penerimaan servis dan bukti pembelian yang berhasil diverifikasi oleh penyidik.

AC Minta Maaf

AC lalu mendatangi Polres Metro Jakarta Barat demi mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia meminta maaf setelah rekayasanya terbongkar polisi.

Ia menyampaikan permintaan maaf lewat video yang diambil di kantor polisi. Sebelum minta maaf, AC, yang mengenakan kaus warna cokelat bertulisan 'The Jogja', menyampaikan klarifikasi di kantor polisi.

"Saya memohon maaf kepada tim Kepolisian Republik Indonesia, tim Polsek Cengkareng, dan Polres Jakarta Barat atas laporan palsu saya terkait dengan barang saya yang dijambret atau dibegal," kata AC.

AC menyampaikan dirinya nekat membuat laporan palsu di kepolisian lantaran ingin mengklaim asuransi supaya dia terbebas dari cicilan laptop tersebut. Diketahui, AC mencicil laptop Lenovo Legion senilai Rp 27,3 juta dan baru membayar cicilan selama 5 kali angsuran.

"Motif saya melakukan itu, karena saya ingin klaim asuransi dan menghentikan cicilan, itu semua disebabkan karena ekonomi," ucapnya.

AC menyadari laporan yang dibuatnya itu berdasarkan keterangan palsu. Dia menyatakan akan mencabut laporan tersebut.

"Dan saya memohon maaf atas laporan yang saya buat dan bersedia mencabut laporan tersebut dan tidak akan mengulanginya kembali. Terima kasih banyak bantuannya," tuturnya.

(maa/ygs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |