Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
08 February 2026 09:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar aset kripto menutup pekan yang penuh gejolak ini dengan capaian stabilitas di level psikologis penting. Setelah sempat diguncang aksi panic selling pada Jumat lalu yang menyeret harga Bitcoin (BTC) hingga menyentuh level terendah dalam 15 bulan terakhir, pasar merespons dengan V-shape recovery.
Pada perdagangan Minggu (08/02/2026), volatilitas pasar mulai mereda. Namun, perhatian utama pelaku pasar kini tertuju pada besarnya nilai unrealized loss dari pemegang korporasi terbesar, serta perubahan drastis pada peta strategi investasi menyusul tercapainya target harga teknikal yang jauh lebih cepat dari jadwal semula.
Bitcoin dan Ethereum Berjuang Membangun Pijakan
Berdasarkan data perdagangan terkini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada level $69.026, mencatatkan kenaikan tipis harian sebesar +0,14%. Meskipun telah berhasil pulih dari tekanan jual hebat di level $60.000-an, Bitcoin masih mencatatkan penurunan mingguan sebesar -12,54%.
Kondisi serupa juga dialami oleh Ethereum (ETH) yang mencoba bertahan di level $2.079 (+0,08% harian), namun secara mingguan masih tertekan cukup dalam sebesar -15,46%.
Kedua aset kripto utama ini tampaknya sedang berjuang keras untuk membangun landasan harga (base) baru pasca-guncangan likuiditas masif yang terjadi akhir pekan lalu.
Altcoin: Tekanan Masih Terasa di Solana dan HYPE
Di sektor altcoin, pergerakan harga cenderung variatif (mixed). Aset-aset berkapitalisasi besar seperti BNB dan XRP masih belum mampu keluar dari zona merah mingguan, dengan penurunan dua digit masing-masing diperdagangkan di level $646 dan $1,41. Solana (SOL) juga masih terjebak dalam tren bearish, diperdagangkan di level $87,16.
Sementara itu, Hyperliquid (HYPE) yang sempat menjadi primadona anomali saat pasar jatuh, kini mulai mengalami koreksi wajar sebesar -2,99% ke level $31,25.
Penurunan ini mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) dari para pedagang ritel yang mulai merotasi modal mereka kembali ke aset-aset utama seiring meredanya kepanikan pasar.
Foto: Michael Saylor. (Dok: IG michael_saylor)
Rapor Merah Michael Saylor: Minus US$ 5 Miliar
Sorotan utama fundamental pasar saat ini tertuju pada posisi portofolio MicroStrategy. Dengan harga Bitcoin yang kini tertahan di kisaran $69.000, posisi investasi Michael Saylor secara resmi berada di zona merah yang cukup dalam.
Mengingat harga rata-rata pembelian (average price) MicroStrategy berada di level $76.052, Saylor saat ini harus menanggung kerugian sebesar -9,28%.
Jika dikalkulasikan secara nominal, nilai kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss) tersebut diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar US$ 5,04 Miliar. Kondisi ini tentunya menjadi beban psikologis tersendiri bagi pasar.
Jika harga Bitcoin terus terkoreksi lebih dalam, risiko tekanan jual atau manuver defensif dari institusi besar seperti MicroStrategy akan semakin meningkat, yang pada akhirnya dapat memicu sentimen negatif tambahan.
Skenario Q2 Tuntas dalam Hitungan Hari
Volatilitas ekstrim yang terjadi akhir pekan ini menciptakan pergerakan pasar yang cukup menarik pada proyeksi teknikal. Sebelumnya, skenario pasar yang telah dibuat memprediksi bahwa setelah Bitcoin menyentuh area beli ideal di kisaran $59.000 - $62.000, aset ini akan membutuhkan waktu konsolidasi hingga Kuartal II (Q2) 2026 untuk kembali menyentuh target jual di area $69.500 - $72.500.
Namun, realitas pasar bergerak jauh lebih agresif dan dinamis. Penurunan tajam ke level terendah $60.008 pada hari Jumat langsung diikuti oleh pantulan kuat hingga menyentuh level tertinggi $71.701 pada hari Sabtu.
Artinya, siklus rebound yang diproyeksikan akan memakan waktu berbulan-bulan, justru terselesaikan (hit target) hanya dalam waktu kurang dari 48 jam.
Kecepatan pergerakan ini menandakan bahwa likuiditas pasar saat ini sangat reaktif, namun di sisi lain juga menunjukkan kerapuhan struktur harga jangka pendek yang tetap perlu diwaspadai.
Outlook: Rebound Sesaat, Waspada Tren Bearish Lanjutan
Mengingat target rebound teknikal sudah tercapai jauh lebih cepat dari perkiraan, outlook pasar ke depan cenderung berhati-hati. Kenaikan harga ke level $71.000 kemarin kemungkinan besar merupakan technical rebound sesaat sebagai respons wajar pasar terhadap koreksi yang sudah terlalu dalam (oversold).
Oleh karena itu, strategi yang disarankan saat ini adalah Wait and See. Bagi trader dengan toleransi risiko tinggi, ini bisa menjadi momentum untuk mulai membangun short position kecil tanpa leverage, dengan ekspektasi bahwa pasar masih akan melanjutkan tren bearishnya dalam jangka menengah.
Namun perlu diingat mengingat ketidakmampuan seorang investor untuk bisa timing the market, maka pembelian secara berkala di Bitcoin tetap dianjurkan karena Fear and Greed Index sudah berada di level terbawah sejak kejadian FTX yang menimpa pasar pada siklus sebelumnya, demikian juga dengan Rainbow Chart Bitcoin yang sudah berada di level terendahnya.
Investor perlu bersiap menghadapi potensi koreksi lanjutan menuju cycle bottom yang diproyeksikan baru akan terjadi pada Kuartal III atau IV tahun 2026 mendatang apabila menggunakan data historikal siklus 4 tahunan pasar kripto.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)


















































