Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani menanggapi maraknya pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di Ibu Kota. Rani mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga keamanan Jakarta.
Rani memahami setiap pengelola mal memiliki pertimbangan keamanan untuk melindungi pengunjung, pekerja, maupun aset yang mereka miliki. Namun, ia mengingatkan bahwa aspek keamanan harus tetap memperhatikan estetika kota.
"Saya juga sependapat dengan Pak Gub (Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung) bahwa aspek keamanan harus tetap memperhatikan estetika kota, kenyamanan publik, dan tidak menimbulkan kesan seolah-olah Jakarta berada dalam kondisi yang tidak aman. Jakarta harus tetap menjadi kota yang terbuka, ramah, dan nyaman bagi masyarakat," ucap Rani Rani kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Rani menyebut langkah pengamanan sebaiknya dilakukan secara proporsional dan berdasarkan kajian risiko yang objektif, bukan semata-mata karena kekhawatiran yang berlebihan. Apalagi, terang Rani, aparat keamanan juga telah menyampaikan bahwa kondisi Jakarta saat ini tetap aman dan kondusif.
"Yang terpenting adalah membangun rasa aman yang nyata melalui penguatan koordinasi antara pengelola kawasan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah, bukan hanya melalui pemasangan pagar fisik yang berlebihan," sambung Rani.
Menurutnya, keamanan dan kenyamanan sebuah kota membutuhkan partisipasi dari semua pihak. Jakarta tidak bisa berdiri sendiri tanpa peran serta masyarakat, Pemprov, DPRD, serta seluruh lembaga terkait.
"Maka mari kita jaga bersama," imbuhnya.
Rani menduga pemasangan pagar tinggi tersebut dipicu oleh beberapa hal. Salah satunya faktor kehati-hatian.
"Menurut saya, pemasangan pagar tinggi tersebut kemungkinan dipicu oleh meningkatnya kehati-hatian dan kekhawatiran dari pengelola mal terhadap potensi gangguan keamanan maupun ketertiban," ujarnya.
"Bisa jadi ada faktor antisipasi terhadap aksi massa, vandalisme, atau risiko lainnya yang dianggap dapat mengganggu operasional pusat perbelanjaan," katanya.
Respons Pramono
Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta telah angkat bicara terkait permasalahan pagar tinggi di mal-mal tersebut. Ia mengatakan akan segera berkoordinasi untuk menertibkan pemasangan pagar yang dinilai berlebihan.
"Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan pagar-pagar di beberapa tempat yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi, sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan, bagaimanapun, Jakarta itu aman dan nyaman," kata Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Ia menyebut para pelaku usaha, pengelola mal, pemilik properti, hingga pengelola perkantoran tidak perlu memasang pagar secara berlebihan. Sebab, kondisi tersebut justru dapat memunculkan persepsi negatif terhadap Kota Jakarta.
"Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan. Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu," ujarnya.
(isa/idh)

















































