Rahasia Sehat dari Timur Tengah: Ini 4 Harta Karun "Ajaib" Arab Saudi

9 hours ago 3

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

25 February 2026 20:20

Jakarta, CNBC Indonesia- Arab Saudi selama ini dikenal sebagai raksasa minyak dunia.

Namun di luar sektor energi, negeri gurun ini memiliki sejumlah komoditas bernilai tinggi yang terkait dengan kesehatan dan tradisi. Sebagian di antaranya bahkan diperlakukan sebagai hadiah bernilai simbolik, terutama bagi jamaah yang pulang dari Tanah Suci.

1. Kurma Ajwa

Kurma Ajwa dikenal sebagai varietas kurma premium yang berasal dari wilayah Madinah. Buahnya berukuran relatif kecil dengan warna cokelat gelap hingga hampir hitam dan tekstur yang lembut. Dibanding jenis kurma lain, Ajwa memiliki rasa yang tidak terlalu manis sehingga sering dianggap lebih nyaman dikonsumsi setiap hari.

Kurma ini biasanya dijual dalam kemasan premium, terutama pada musim haji dan umrah. Di pasar Arab Saudi, harga Ajwa kualitas tinggi bisa mencapai sekitar 50 hingga lebih dari 150 riyal per kilogram tergantung ukuran dan kualitas buah. Harga tersebut lebih mahal dibanding kurma biasa yang sering dijual di bawah 20 riyal per kilogram.

Pedagang kurma di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/4/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: Pedagang kurma di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/4/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Pedagang kurma di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/4/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Secara nutrisi, Ajwa dikenal kaya serat, kalium, magnesium, dan antioksidan. Kandungan tersebut membuat kurma ini sering dipromosikan sebagai sumber energi alami. Konsumsi kurma Ajwa juga memiliki nilai religius sehingga permintaannya relatif stabil sepanjang tahun.

Kurma Ajwa juga banyak diolah menjadi produk turunan seperti pasta kurma, minuman energi alami, hingga campuran makanan kesehatan. Permintaan global terhadap kurma premium membuat produk Ajwa menjadi salah satu komoditas pertanian ekspor bernilai tinggi bagi Arab Saudi.

2. Madu Sidr

Madu sidr termasuk salah satu madu paling mahal di Timur Tengah. Madu ini berasal dari nektar pohon Ziziphus spina-christi yang tumbuh di daerah kering dan berbatu. Pohon sidr hanya berbunga pada periode tertentu sehingga produksi madu berlangsung terbatas setiap tahun.

Karakteristik madu sidr berbeda dibanding madu biasa. Warnanya cenderung gelap dengan tekstur lebih kental. Aromanya kuat dan rasanya sedikit tajam. Perbedaan ini membuat madu sidr mudah dikenali oleh konsumen yang terbiasa mengonsumsi madu premium.

Madu sidrFoto: Amazon
Madu sidr

Harga madu sidr berkualitas tinggi bisa mencapai ratusan riyal per kilogram. Di beberapa toko khusus, madu sidr murni bahkan bisa dijual lebih mahal tergantung lokasi panen dan tingkat kemurnian. Produk ini sering dipasarkan sebagai madu kelas atas dan biasanya dijual dalam botol kecil.

Madu sidr banyak digunakan sebagai suplemen kesehatan tradisional. Konsumen menggunakannya untuk menjaga daya tahan tubuh atau pemulihan setelah sakit. Kandungan antioksidan dan sifat antibakteri menjadi alasan utama madu ini dipasarkan sebagai produk kesehatan alami.

Sebagian madu sidr juga dijadikan hadiah bernilai tinggi. Kemasan premium dan reputasi produk membuat madu ini sering dibawa sebagai oleh-oleh dari Arab Saudi.

3. Susu Unta

Komoditas lain yang semakin berkembang adalah susu unta.

Unta telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat gurun, dan kini hewan tersebut juga menjadi sumber komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Susu unta memiliki komposisi yang berbeda dari susu sapi. Kandungan protein tertentu lebih tinggi dan kadar lemaknya cenderung lebih rendah. Produk ini sering dipasarkan sebagai alternatif susu yang lebih mudah dicerna bagi sebagian konsumen.

Harga susu unta biasanya lebih mahal dibanding susu sapi. Di pasar domestik Arab Saudi, susu unta segar bisa dijual beberapa kali lipat lebih tinggi daripada susu konvensional. Produk olahannya seperti bubuk susu unta juga dijual dengan harga premium karena proses produksinya lebih rumit.

Industri susu unta juga berkembang ke sektor produk turunan. Susu ini diolah menjadi cokelat, es krim, dan kosmetik. Sabun berbahan susu unta misalnya dipasarkan sebagai produk perawatan kulit alami dengan nilai tambah tinggi.

Permintaan susu unta datang dari pasar kesehatan dan konsumen yang mencari produk unik.

4. Saffron

Arab Saudi juga mulai mengembangkan komoditas saffron sebagai bagian dari diversifikasi pertanian. Rempah yang sering disebut sebagai "emas merah" ini memiliki harga mahal karena proses panennya memerlukan tenaga kerja intensif. Pemerintah mendorong proyek penanaman saffron di wilayah pegunungan dengan iklim lebih sejuk. Produksi lokal masih terbatas, tetapi produk ini memiliki potensi pasar premium di masa depan.

Dalam konteks perdagangan global, komoditas seperti kurma dan madu memberi identitas tersendiri bagi Arab Saudi.

Negara ini termasuk produsen kurma terbesar di dunia dan terus meningkatkan ekspor produk olahan berbasis kurma. Permintaan yang stabil datang dari negara-negara Muslim serta pasar kesehatan global yang berkembang.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |