Psikolog Ungkap Kebiasaan Nomor 1 yang Dimiliki Orang Super Cerdas

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Orang-orang yang sangat cerdas ternyata memiliki satu kebiasaan utama yang membedakan mereka dari kebanyakan orang lain. Salah satunya, kemampuan untuk berpikir terbuka aktif.

Temuan ini berasal dari penelitian yang diterbitkan 1997 dalam Journal of Educational Psychology, oleh psikolog Keith Stanovich dan Richard West. Menurut para peneliti, pemikiran terbuka aktif artinya seseorang tidak langsung percaya pada pendapat pribadi atau informasi yang pertama kali diterima. Sebaliknya, mereka terbiasa memeriksa bukti, mempertimbangkan sudut pandang lain, serta bersedia mengubah pendapat jika menemukan fakta baru yang lebih kuat.

Orang yang memiliki pola pikir ini cenderung lebih rasional dalam mengambil keputusan, lebih baik dalam memecahkan masalah, dan tidak mudah terjebak dalam bias pribadi maupun informasi menyesatkan.

Mengutip Forbes, selama tiga dekade terakhir, temuan tersebut telah direplikasi secara konsisten di berbagai populasi dan metodologi sehingga tinjauan komprehensif tahun 2023 di Journal of Intelligence, salah satu jurnal paling otoritatif di bidang ini, mengonfirmasi bahwa temuan tersebut masih menjadi salah satu hubungan paling kuat antara disposisi kognitif dan kemampuan intelektual yang terukur.

Psikolog menyebut bahwa banyak orang menggambarkan diri mereka sebagai orang yang intelektual tapi lambat untuk berkomitmen pada pendapat. Mereka juga cenderung ragu-ragu, merasa tidak nyaman dengan kecepatan orang lain dalam mencapai kesimpulan.

"Kecerdasan bukan hanya soal nilai akademis tinggi atau kemampuan menghafal. Kemampuan untuk mempertanyakan keyakinan sendiri justru menjadi salah satu tanda terpenting dari kecerdasan modern. Kebanyakan orang ingin terlihat benar. Orang yang sangat cerdas justru ingin mengetahui apa yang benar," tulis salah satu analisis terkait penelitian tersebut.

Bagaimana Kebiasaan ini Meningkatkan Kecerdasan
Para ahli juga menekankan bahwa pemikiran terbuka aktif bukan berarti mudah terpengaruh atau tidak punya pendirian. Sebaliknya, kebiasaan ini membantu seseorang membangun pandangan yang lebih matang karena didasarkan pada bukti dan logika, bukan emosi semata.

Dengan kata lain, ini bukan hanya kecerdasan yang mengekspresikan dirinya melalui perilaku. Ini adalah kebiasaan berpikir yang memperkuat kemampuan kognitif yang sudah dimiliki seseorang. Perbedaan ini penting karena berarti pemikiran terbuka secara aktif dapat diamati dan dibangun secara sengaja.

Bagaimana Kebiasaan ini Terhubung dengan Kecerdasan
Sebuah meta-analisis tahun 2023 yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, menemukan bahwa dalam domain keterbukaan terhadap pengalaman, rasa ingin tahu intelektual menunjukkan korelasi positif yang paling kuat dan konsisten dengan kecerdasan yang terukur atau lebih kuat daripada aspek kepribadian lain yang diteliti.

Pemikiran yang aktif dan terbuka adalah gambaran sebagai perilaku sehari-hari. Ini adalah keterbukaan terhadap pengalaman yang diterjemahkan ke dalam praktik.
Penelitian ini kembali ramai dibahas karena dianggap relevan dengan kondisi masyarakat modern, di mana kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan paling penting untuk menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat.

(miq/miq)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |