Proyek Pipa Rp2,7 Triliun di Jawa Resmi Beroperasi, Ini Pembeli Gasnya

6 hours ago 2

Batang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II telah siap beroperasi setelah melalui serangkaian uji teknis.

Sejalan dengan hal itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaiman mengatakan sejumlah industri mulai menyatakan kesiapan untuk memanfaatkan pasokan gas dari infrastruktur tersebut, di antaranya adalah Kilang Balongan dan PT Cikarang Listrindo.

"Sudah ada beberapa komitmen pendahuluan dari Kilang Balongan dan infonya juga Cikarang Listrindo dan beberapa industri lain akan memanfaatkan ruas pipa ini," kata Laode di KIT Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026).

Laode mengatakan bahwa hasil pengujian menunjukkan pipa dalam kondisi optimal tanpa adanya kebocoran. Dengan demikian, proyek dengan nilai investasi mencapai Rp2,7 triliun ini siap difungsikan untuk mengalirkan gas ke konsumen di wilayah Jawa bagian barat.

"Alhamdulillah dari hasil uji tidak ditemukan kebocoran, jadi pipa bisa berfungsi dengan baik. Dan ini siap nanti kita akan alirkan gas ke konsumen yang membutuhkan di wilayah Jawa bagian Barat nantinya," kata Laode.

Sebagai informasi, proyek Cisem Tahap II memiliki panjang sekitar 242 kilometer dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunan dimulai sejak 6 Agustus 2024 hingga 5 Maret 2026, dengan total jam kerja aman mencapai 4,65 juta jam.

Dari sisi dampak ekonomi, proyek ini menyerap hingga 1.981 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi, serta mencatat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60,58%.

Pengelolaan pipa Cisem Tahap II ditugaskan kepada LEMIGAS berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 125.K/MG.01/MEM.M/2026. Ke depan, LEMIGAS akan bekerja sama dengan mitra dalam optimalisasi pemanfaatan aset tersebut. Adapun sumber pasokan gas untuk pipa ini berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |