Profil Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

4 hours ago 3

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

27 April 2026 15:36

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet pada hari ini, Senin (27/4/2026), di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Sejumlah nama mengisi jabatan baru, termasuk Muhammad Qodari yang resmi menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Qodari sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan atau KSP. Dengan jabatan baru ini, dia akan menangani komunikasi pemerintah, terutama dalam menjelaskan program kerja dan agenda prioritas Presiden Prabowo kepada publik.

Profil Muhammad Qodari

Muhammad Qodari merupakan pengamat politik, peneliti, sekaligus pejabat pemerintahan. Dia lahir di Palembang pada 15 Oktober 1973.

Sebelum masuk ke pemerintahan, Qodari lebih dulu dikenal luas sebagai analis politik. Dia kerap tampil sebagai narasumber di berbagai media nasional untuk membahas isu politik, pemilu, survei, hingga dinamika pemerintahan.

Nama Qodari juga lekat dengan dunia riset politik. Pada November 2006, dia mendirikan lembaga survei Indo Barometer dan menjabat sebagai Direktur Eksekutif. Indo Barometer dikenal sebagai salah satu lembaga riset independen yang secara berkala memotret perilaku sosial-politik masyarakat Indonesia.

Latar Belakang Pendidikan

Qodari menempuh pendidikan sarjana di Universitas Indonesia dengan fokus pada bidang Psikologi Sosial. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan pascasarjana di University of Essex, Inggris, dengan mendalami bidang political behavior atau perilaku politik.

Tidak berhenti di sana, Qodari kemudian meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada pada 2016. Dia lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Dalam disertasinya, Qodari mengangkat tema "Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya Pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014".

Rekam Jejak di Dunia Riset dan Politik

Sebelum mendirikan Indo Barometer, Qodari sudah cukup lama berkarier di dunia riset, survei, dan kajian politik.

Dia pernah menjadi Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia atau LSI pada Juli 2003 hingga Juni 2005. Setelah itu, Qodari menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia pada Juli 2005 hingga Oktober 2006.

Qodari juga pernah menjadi peneliti di Centre for Strategic and International Studies atau CSIS pada November 2002 hingga Juli 2003. Sebelumnya, dia tercatat menjadi peneliti di Institut Studi Arus Informasi atau ISAI pada Mei 1999 hingga September 2001.

Selain sebagai peneliti, Qodari juga dikenal sebagai kolumnis dan pengamat politik sejak 1999. Dia juga pernah aktif sebagai pembawa acara di program politik televisi swasta nasional.

Masuk Pemerintahan

Karier Qodari kemudian masuk ke lingkaran pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto membawanya ke Kantor Staf Kepresidenan.

Qodari sebelumnya dilantik sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 21 Oktober 2024 di Istana Negara. Setelah itu, dia naik posisi menjadi Kepala Staf Kepresidenan pada 17 September 2025.

Sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Qodari memimpin lembaga yang bertugas memberi dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam pengendalian program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |