Profil Daryono Direktur Gempa-Tsunami BMKG yang Mundur-Ajukan Pensiun Dini

2 hours ago 1

Jakarta -

Daryono mengumumkan dirinya tak lagi menjabat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ia mengajukan pensiun dini dari institusi tersebut. Simak profil lengkap Daryono.

Pengunduran diri itu diumumkan setelah mengajukan diri secara resmi kepada Pimpinan BMKG, Jumat (13/2) malam. Melalui pengumuman tersebut, ia meminta agar media tidak lagi mencantumkan afiliasinya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam pemberitaan.

"Hingga 1 Mei (2026) saya masih berstatus pegawai BMKG," kata Daryono, Sabtu (14/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tidak lagi menjabat, Daryono menyatakan tetap berkomitmen memberikan edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan. Ia menilai hal itu bagian dari tanggung jawabnya mengedukasi keilmuan yang dimilikinya di negara rawan bencana seperti Indonesia.

"Insyaallah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat. Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas kerja sama, kepercayaan, dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik," ujarnya.

Bagaimana sosok Daryono?

Nama Daryono memang tidak asing bagi kalangan awak media. Ia sebagai salah satu figur utama yang menyampaikan informasi gempa bumi dan potensi tsunami kepada masyarakat, baik terkait kejadian di dalam negeri maupun luar negeri.

Ia juga kerap membagikan analisis ilmiah seputar gempa-tsunami baik secara pribadi kepada wartawan maupun melalui berbagai kanal media sosial pribadinya.

Dilansir Antara, pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 21 Februari 1971 itu merupakan lulusan Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) angkatan 1993. Ia meraih gelar sarjana Meteorologi dan Geofisika dari Universitas Indonesia pada 2000, magister dari Universitas Udayana pada 2002, serta doktor Ilmu Geografi dari Universitas Gadjah Mada pada 2006.

Kariernya di BMKG dimulai sebagai staf teknis di Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) Wilayah III Denpasar, kemudian aktif sebagai peneliti geofisika sejak 2005 dan menduduki sejumlah jabatan strategis sebelum diangkat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada 2022.

(eva/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |