Presiden Perintahkan Tentara Tumpas Geng Kriminal dan Tambang Ilegal

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa bakal mengerahkan militer untuk membantu kepolisian. Khususnya guna memerangi geng kriminal dan aktivitas pertambangan ilegal di negaranya.

Adapun, kekerasan geng merupakan masalah besar di Afrika Selatan, yang memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.

"Kejahatan terorganisir kini menjadi ancaman paling mendesak bagi demokrasi, masyarakat, dan pembangunan ekonomi kita," kata Ramaphosa dikutip dari bbc.com, Sabtu (14/2/2026).

"Saya akan mengerahkan Angkatan Pertahanan Nasional Afrika Selatan untuk mendukung polisi," tambahnya.

Bulan lalu, Menteri Kepolisian Firoz Cachalia mengakui bahwa kepolisian negara itu belum mampu mengalahkan geng kriminal mematikan, sebuah pengakuan yang menegaskan besarnya krisis kejahatan di negara tersebut.

Dalam pidatonya di parlemen, Ramaphosa menyampaikan telah menginstruksikan pimpinan kepolisian dan militer untuk menyusun rencana terkait wilayah penempatan pasukan keamanan dalam beberapa hari ke depan.

Ia mengatakan pengerahan militer akan dimulai di provinsi Western Cape dan Gauteng, tempat kota Cape Town dan Johannesburg berada, menyusul meningkatnya kekerasan geng dan penambangan ilegal.

"Anak-anak di sini di Western Cape terjebak dalam baku tembak perang geng. Orang-orang diusir dari rumah mereka oleh penambang ilegal di Gauteng," kata Ramaphosa.

Pihak berwenang menyalahkan penambang ilegal, yang dikenal sebagai "zama zamas", yang biasanya warga negara asing bersenjata dan tidak memiliki dokumen, atas keterlibatan mereka dalam sindikat kejahatan terorganisir.

Ramaphosa sempat menolak pengerahan pasukan ke Cape Town hanya dua minggu lalu, dengan mengatakan tentara dilatih untuk pertempuran dan bukan untuk kepolisian komunitas.

Ia tidak menjelaskan mengapa ia berubah pikiran, tetapi ada peningkatan seruan agar ia mengambil tindakan untuk mengatasi kekerasan geng.

Selain pengerahan militer, Ramaphosa mengumumkan langkah-langkah tambahan untuk memerangi kejahatan, termasuk merekrut 5.500 petugas polisi, memperkuat intelijen, dan menargetkan sindikat kejahatan.

Afrika Selatan, negara paling maju industrinya di benua Afrika, telah lama bergumul dengan kejahatan terorganisir yang mengakar kuat.

Data kepolisian menunjukkan bahwa rata-rata 63 orang tewas setiap hari antara April dan September tahun lalu.

(ven/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |