Pramono Pastikan Tak Kurangi Anggaran Penanganan Cuaca Ekstrem di Jakarta

2 hours ago 1

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak ada pengurangan anggaran untuk penanganan cuaca ekstrem di Jakarta. Hal itu mencakup upaya normalisasi sungai, pengerukan, hingga pengadaan dan pengoperasian pompa air.

"Hal yang berkaitan dengan penanganan cuaca buruk, normalisasi sungai, seperti Ciliwung dan Krukut, termasuk pembelian pompa-pompa baru, saya tekankan tidak ada pengurangan anggaran," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Pramono menyebut cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta dan pantai utara Jawa belakangan ini memerlukan persiapan yang matang. Bahkan Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran operasi modifikasi cuaca hingga satu bulan penuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru kali ini operasi modifikasi cuaca disiapkan anggarannya sampai satu bulan penuh. Biasanya hanya satu, dua, atau tiga hari. Ini karena cuaca memang sedang ekstrem," ujarnya.

Dia memastikan, meski curah hujan tinggi kerap memicu genangan, kondisi di Jakarta relatif cepat surut berkat kesiapan infrastruktur, terutama sistem pompa air. Namun Pramono mengakui genangan sulit dihindari jika intensitas hujan mencapai lebih dari 250 milimeter per hari.

"Kalau curah hujan di atas 250 (milimeter), pasti akan terjadi genangan di mana-mana. Tapi kenapa Jakarta bisa cepat surut, karena fasilitas pompa kita cukup untuk melakukan itu," ucapnya.

Terkait kemungkinan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH), Pramono mengatakan keputusan itu akan diambil jika cuaca ekstrem terjadi pada hari kerja dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama kegiatan belajar mengajar.

"Kalau ada indikasi seperti itu di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan jajarannya tetap bersiaga di lapangan saat terjadi banjir atau genangan. Dishub DKI akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kendaraan terjebak di ruas jalan tergenang.

"Petugas akan mengecek ketinggian air dan melakukan pengalihan arus. Untuk kendaraan roda dua yang terjebak, kami siapkan mobil derek dan truk Dishub," imbuh Syafrin.

(bel/fas)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |