Prabowo Telepon Menteri PU, Dukung Kejar Kerugian Negara Rp 1 Triliun

2 hours ago 3

Jakarta -

Menteri Pekerjaan UmumDody Hanggodo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan langsung terhadap upaya penuntasan temuan kerugian negara sekitar Rp 1 triliun di lingkungan Kementerian PU. Prabowo menelepon langsung Menteri Dody yang sedang melakukan kunjungan kerja di Sumatera Barat.

"Saya berhenti di tengah jalan tol, mungkin yang ada di Padang tahu saya berhenti di tengah jalan tol karena Pak Presiden telefon dan memberikan apresiasinya dan terima kasih. Dan sekaligus meminta saya untuk terus mengerjakan bersih bersih ini, dan menjadikan Kementerian PU jauh lebih bersih lagi, kerja lebih efektif, efisien, dan tidak ada lagi bocor-bocor di Kementerian Pekerjaan Umum," ujar Dody dalam keterangan yang diterima, Sabtu (7/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan temuan tersebut segera diselesaikan dan kerugian negara dikembalikan.

"Saya sampaikan, fokus kita sekarang memang pada itu, pada bagaimana satu triliun itu bisa kita bereskan secepat-cepatnya," kata Dody.

Menurutnya, dana sebesar itu memiliki manfaat besar bagi masyarakat jika kembali ke negara. Dia menyebut dana itu bisa untuk membangun jembatan.

"Berapa jembatan yang bisa kita bantu, berapa anak-anak yang sekolah tidak harus berenang dulu untuk menyeberang, berapa rumah yang bisa dibangun, berapa rumah sakit yang bisa dibangun," ujarnya.

Dody juga menyoroti praktik pengembalian kerugian negara yang selama ini kerap dicicil dalam jumlah kecil.

"Kalau kemarin kita sudah memberikan kelonggaran, super-super kelonggaran kepada teman-teman yang melakukan perkeliruan, hanya mengembalikan. Hanya mengembalikan pun, icrit icrit, sejuta dua juta, pendingnya masih banyak. Karena dianggap kalau sudah mengembalikan sejuta dari sekian miliar, selesai sudah," kata Dody.

Ia menegaskan langkah pembenahan di Kementerian PU merupakan mandat langsung Presiden sejak awal masa jabatannya.

"Saya berusaha menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto, di hari pertama saya dipanggil ke Kartanegara, perintahnya cuma satu, bersih-bersih," kata Dody.

(lir/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |