Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa Indonesia kekurangan dokter, sehingga dia bertekad untuk membangun lebih banyak kampus kedokteran teknis ke depannya.
"Kita kekurangan ratusan ribu dokter, rakyat kita perlu dokter, perlu dokter gigi. Tidak usah bicara dengan memfitnah menghardik tidak bisa kita harus buka sekolah dan kampus-kampus yang banyak," kata Prabowo dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Senin (12/1/2026).
Prabowo menegaskan pihaknya akan membuktikan kepada rakyat Indonesia, pemerintah akan membuka kampus-kampus kedokteran. Dia memastikan mahasiswanya tidak perlu membayar apapun. Mereka justru akan dibayar oleh negara.
"Kampus kedokteran ini rencananya kampus kedokteran teknis dan sebagainya, nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar," tegasnya.
Prabowo sebelumnya menuturkan bahwa saat ini Indonesia mengalami kekurangan 70 ribu dokter spesialis. Angka itu masih jauh dari ekspektasi melihat belum sebanding dengan jumlah lulusan dokter spesialis di Indonesia.
"Saya dapat laporan kita kekurangan 70.000 dokter spesialis. Kita harus mengejar itu," kata Prabowo tahun lalu (26/8/2025).
Sedangkan dari laporan yang ia terima, lulusan perguruan tinggi kedokteran di Indonesia hanya mampu menelurkan 12.000 dokter umum, sedangkan dokter spesialis hanya 2.700.
"Jadi kalau kita mengharapkan mengisi 70.000 dokter spesialis kita harus nunggu 35 tahun, 35 tahun baru terisi 70.000," kata Prabowo.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]


















































