Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen memperingatkan masa depan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Aliansi itu bisa bubar jika Amerika Serikat (AS) menggunakan kekuatan untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Denmark di kawasan Arktik.
Peringatan keras itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump kembali menyuarakan keinginannya agar Greenland berada di bawah kendali Washington, dengan alasan kepentingan keamanan nasional AS. Meski berada di Amerika Utara, Greenland menjadi milik anggota NATO, Denmark, pada tahun 1814 dan ditetapkan sebagai wilayah integral negeri itu oleh konstitusi pada tahun 1953.
"Jika Amerika Serikat memutuskan untuk menyerang negara NATO lain, maka semuanya akan berhenti, termasuk NATO dan oleh karena itu sistem keamanan pasca Perang Dunia II," kata Frederiksen seperti dikutip DW, Selasa (6/1/2026).
Ia juga menegaskan bahwa agresi antar anggota akan menghancurkan pondasi aliansi militer tersebut. Frederiksen menegaskan, setiap tindakan militer AS terhadap wilayah itu akan menjadi preseden berbahaya dan memicu krisis eksistensial bagi NATO.
Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Greenland Jens-Frederik Nielsen mencoba meredam ketegangan. Ia meminta masyarakat tidak panik dan menegaskan bahwa pencaplokan oleh AS tidak mungkin terjadi.
"Amerika Serikat tidak dapat menaklukkan Greenland. Itu tidak benar. Kita tidak boleh panik. Kita harus memulihkan kerja sama yang baik yang pernah kita miliki," ujar Nielsen dalam pernyataan di Nuuk, ibu kota Greenland.
Namun demikian, Nielsen juga secara terbuka menolak wacana pencaplokan. Dalam unggahan media sosialnya, ia mendesak Trump menghentikan tekanan politik terhadap Greenland.
"Cukup sudah. Tidak ada lagi tekanan, tidak ada lagi sindiran, tidak ada lagi fantasi pencaplokan. Kami terbuka untuk dialog, tetapi harus melalui saluran yang tepat dan menghormati hukum internasional," tegasnya.
Trump kembali menegaskan ambisinya dengan menyatakan bahwa Greenland penting bagi keamanan nasional AS. Ini setelah dirinya menyerang Venezuela dan menangkap Nicolas Maduro ke AS, yang menggulingkannya dari kursi Presiden Venezuela.
"Kita membutuhkan Greenland," kata Trump, seraya mengklaim kawasan tersebut dikelilingi oleh aktivitas kapal China dan Rusia.
Greenland memang memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi militer maupun ekonomi. Pulau terbesar di dunia itu kaya akan minyak, mineral penting, serta berpotensi menjadi jalur pelayaran utama seiring mencairnya es Arktik akibat perubahan iklim.
AS juga telah memiliki pangkalan militer di wilayah tersebut. Denmark sebelumnya menyatakan terbuka terhadap penambahan pasukan AS.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]


















































