Plt Bupati Cilacap Lirik Batako FABA Karya Napi Nusakambangan

9 hours ago 3
Jakarta -

Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma (AAF) mengatakan pihaknya melirik batako fly ash bottom ash (FABA) buatan narapidana Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), untuk jadi salah satu bahan material dalam proyek pembangunan daerahnya. Secara hitung-hitungan, Ammy mengatakan batako FABA buatan Nusakambangan lebih ekonomis, namun kekuatan materialnya lebih unggul.

"FABA itu hasil dari limbah batu bara yang dipadatkan menjadi paving, itu kekuatannya lebih kuat daripada bata merah sama batako. Kualitasnya jauh lebih bagus. Jadi kalau nggak salah, sepertinya sudah dipasarkan untuk pembangunan di PIK deh. Tentu saja, tentu saja kami sudah melirik produk FABA," kata Ammy kepada detikcom, saat mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja di Pulau Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026).

Soal harga, Ammy mengatakan workshop batako dan paving block FABA di Nusakambangan kompetitif di pasar, karena pekerjanya adalah para narapidana yang sedang dibekali keterampilan oleh pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjenpas Kemenimipas) sehingga biaya sumber daya manusia (SDM) tak sebesar pabrik-pabrik batako lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kayak misalkan produksi FABA itu, dia bisa jual lebih murah dibandingkan dengan pabrikan batako-batako biasa. Karena pabrik-pabrik batako lainnya kan membayar upah pekerja, kalau di sini kan nnggak banyak biaya karena yang dipekerjakan semua warga binaan. Nah, kelebihannya di situ," jelas Ammy.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cilacap tengah menyusun kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) saat ini. Kemudian, penetapan hasil penyusunan dilalukan pada 2027, lalu eksekusi atas penetapan tata ruang pada 2028.

"Kita kebetulan tahun 2026 ini pas, kita harus me-review kembali tata ruang wilayah, dan penetapannya di 2027. Target saya di 2028 itu di wilayah perkotaan Cilacap itu sudah tidak ada sawah lagi, di perkotaannya ya," terang Ammy.

"Nah, ini mungkin kita tata ulang, supaya di perkotaan itu menjadi pusat komersial dan pusat industri, beserta permukiman. Tentu pasti akan sangat membutuhkan FABA itu tadi," pungkas dia.

Batako FABA Nusakambangan

Workshop batako dan paving block FABA di Nusakambangan berdiri di lahan seluas lebih dari 11.250 meter persegi. Terdapat dua mesin cetak batako dan paving block di workshop ini. Tiap mesin cetak bekerja otomatis dan manual.

Sebanyak 20 napi dari Lapas Nirbaya setiap hari mampu menghasilkan 2.000 buah paving block. Sementara untuk batako yang dihasilkan 480 buah per hari.

Hingga kini, workshop FABA Nusakambangan telah memproduksi 44.700 buah paving block, dari total pesanan 50.500 buah.

Simak juga Video 'Gegara Punya Hutang, Napi Kabur dari Nusakambangan':

(aud/isa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |