Jakarta, CNBC Indonesia - Setidaknya tujuh orang tewas dan 23 lainnya dilaporkan hilang setelah sebuah kapal feri yang membawa hampir 270 penumpang dan awak terbalik di lepas pantai Siprus utara yang diduduki Turki.
Mengutip Guardian, Minggu (30/08/2026), Perdana Menteri wilayah tersebut, Ünal Üstel, mengatakan kepada saluran berita TRT bahwa 237 orang telah diselamatkan dan pencarian terhadap korban hilang tengah berlangsung secara masif. Pemimpin Siprus Turki, Tufan Erhürman, menimpali bahwa tim pencarian dan penyelamatan terus bekerja sangat intensif di lapangan.
"Kami masih belum dapat menjangkau 23 orang. Jika masih ada orang di dalam kapal, menjangkau mereka tampaknya tidak mudah saat ini. Upaya sedang dilakukan dengan menggunakan teknologi lain untuk menjangkau mereka juga," tegasnya.
Menteri Transportasi wilayah tersebut, Erhan Arıklı, turut membeberkan kondisi terkini bangkai kapal. Ia menyebut saat ini bangkai kapal sudah berada di kedalaman laut.
"Tenggelam sepenuhnya hingga kedalaman 514 meter," paparnya.
Kapal feri bergaya katamaran milik perusahaan Filo Denizcilik itu diketahui sedang melakukan perjalanan dari pelabuhan Kyrenia (Girne) di wilayah utara Siprus yang memisahkan diri, menuju pelabuhan Taşucu di provinsi Mersin, Turki. Feri swasta yang melayani antar-jemput harian ini merupakan jalur sibuk bagi penduduk lokal maupun turis.
Wali Kota Kyrenia, Murat Şenkul, melaporkan bahwa kapal tersebut tenggelam di sekitar lepas pantai pantai Diana. Berdasarkan laporan, kapal mulai kemasukan air sekitar 7,5 kilometer (4 mil laut) dari garis pantai.
Laporan Cyprus Broadcasting Corporation menyebut bahwa kapal itu sejatinya merupakan armada baru. Saat air mulai masuk, kapten kapal langsung memerintahkan para penumpang untuk mengenakan jaket pelampung. Rekaman video di tempat kejadian dengan jelas menunjukkan para penumpang yang mengenakan pelampung mengapung di laut, sementara sebagian lainnya tampak berpegangan erat pada lambung kapal yang terbalik.
Wali Kota Nicosia utara, Mehmet Harmancı, menggambarkan bencana ini sebagai yang terburuk dalam lebih dari 40 tahun sejak wilayah tersebut memproklamasikan kemerdekaannya.
"Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Ini adalah tragedi terburuk. Masih ada 23 orang yang hilang. Kami pikir sebagian besar penumpang adalah orang Turki dan Siprus Turki," ucapnya.
Mehmet juga menyoroti kondisi para korban selamat yang saat ini tengah dievakuasi di tengah simpang siur data medis. Ia mengaku akan pergi ke rumah sakit untuk mengecek langsung kondisi dan pendataan para korban.
"Kami masih belum tahu berapa banyak yang terluka atau pada tingkat apa. Semua yang terluka dibawa ke rumah sakit di sini di Nicosia utara. Saya akan ke rumah sakit dan sedang mengumpulkan pakaian hangat," tuturnya.
Untuk memaksimalkan sisa operasi pencarian, pejabat setempat telah mengerahkan empat kapal penjaga pantai dan satu kapal penumpang sipil ke tempat kejadian. Armada tersebut juga dibantu secara penuh oleh lima kapal penjaga pantai Turki serta dua unit helikopter.
(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]


















































