Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas melonjak lebih dari 3% dan kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Ketidakpastian hingga melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) mendorong permintaan aset safe haven, sehingga mendorong laju harga emas.
Pada perdagangan Selasa (27/1/2026), harga emas dunia naik 3,48% di level US$5.188,95 per troy ons, menjadikan ini penutupan tertinggi sepanjang masa. Pada perdagangan intraday, harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di US$5.189,89 per troy ons. Hanya butuh beberapa poin saja harga emas menembus level psikologis baru US$5.200 per troy ons.
Pada perdagangan hari ini Rabu (28/1/2026) hingga pukul 06.25 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,50% di posisi US$5.162,79 per troy ons.
Penguatan harga emas tersebut memperpanjang reli harga emas selama tujuh hari beruntun dengan penguatan 9,14%.
Harga emas melonjak lebih dari 3% mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada hari Selasa karena ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang terus-menerus mendorong investor ke logam mulia ini sebagai aset aman.
Harga emas telah melonjak lebih dari 18% sepanjang tahun ini, melanjutkan reli rekor tahun lalu, didorong oleh kombinasi faktor-faktor seperti meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, ekspektasi penurunan suku bunga AS, dan peningkatan pembelian bank sentral di tengah tren de-dolarisasi global.
"Reli biasanya berakhir karena faktor pendorong yang awalnya membawa orang ke pasar emas menghilang dan itu tidak terjadi," ujar Michael Widmer, ahli strategi komoditas di Bank of America.
Kekhawatiran meningkat ketika Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pada hari Senin untuk memberlakukan tarif baru pada impor Korea Selatan, sementara risiko penutupan sebagian pemerintah AS membayangi menjelang tenggat waktu pendanaan 30 Januari.
Pasar fokus juga pada pertemuan kebijakan dua hari The Federal Reserve (The Fed) AS yang dimulai Selasa, dengan suku bunga diperkirakan tidak berubah dan investor mengamati konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell pada hari Rabu di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang independensi bank sentral.
Sementara itu, Deutsche Bank dan Societe Generale sekarang memperkirakan harga emas akan mencapai US$6.000 per troy ons pada akhir tahun.
CME Group mengatakan pada hari Selasa bahwa kompleks logamnya mencapai rekor harian tertinggi sebanyak 3.338.528 kontrak pada 26 Januari, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 2.829.666 kontrak yang ditetapkan pada 17 Oktober 2025.
Dolar Tumbang
Indeks dolar AS melemah untuk empat sesi berturut-turut pada Selasa, turun ke level 95,7 yang merupakan posisi terendah sejak 16 Februari 2022 atau hampir empat tahun.
Dolar adalah musuh utama dan abadi bagi harga emas. Pembelian emas global dikonversi ke dolar AS sehingga melemahnya dolar AS bisa membuat pembelian makin murah dan permintaan diharapkan menguat.
Dengan dolar AS yang melemah, harga emas makin berkilau.


















































