Pesona Getah dari Hutan Toba, Semerbak di Altar Sakral-Incaran Dunia

19 hours ago 5

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

10 January 2026 19:30

Jakarta, CNBC Indonesia- Di banyak desa di Sumatra, kemenyan masih lekat dengan dunia ritual dan praktik spiritual. Namun di pasar internasional, getah Styrax benzoin justru diperdagangkan sebagai resin bernilai tinggi yang menopang industri parfum, kosmetik, farmasi, hingga pangan premium.

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia mengekspor lebih dari 43 ribu ton kemenyan sepanjang 2024 dengan nilai mencapai US$52 juta, naik dari US$49 juta pada 2023. Meski volume sedikit turun, nilai ekspor tetap meningkat, mengindikasikan harga dan permintaan global yang solid.

Peta pasar kemenyan Indonesia membentang dari Asia Selatan hingga Eropa. India menjadi pembeli terbesar dengan nilai lebih dari US$22 juta, disusul China sekitar US$4,7 juta. Negara-negara seperti Prancis dan Italia, pusat industri parfum dunia, juga menjadi tujuan utama, menandakan bahwa resin asal Sumatra masuk langsung ke rantai pasok industri wewangian global.

Keunggulan Indonesia terletak pada kualitas. Sumatra Utara, sebagai sentra produksi, menghasilkan resin dengan kandungan aromatik dan kemurnian tinggi dibanding banyak produsen lain. Faktor ini membuat kemenyan Indonesia tetap memiliki daya tawar kuat meski bersaing dengan produk dari Laos, Thailand, atau Vietnam.

Dari sisi ilmiah, kemenyan bukan sekadar bahan aromatik. Resin benzoin mengandung cinnamic acid, benzoic acid, benzaldehyde, vanillin, dan benzyl benzoate - senyawa yang dikenal memiliki efek antibakteri, antiinflamasi, anestetik, dan antioksidan. Penelitian di Journal of Pharmacognosy bahkan menunjukkan ekstrak benzoin efektif menekan pertumbuhan Staphylococcus aureus pada konsentrasi rendah.

Karena itu, di industri kesehatan kemenyan digunakan sebagai perekat luka medis, antiseptik, dan bahan dasar salep. Di sektor kosmetik, benzoin berfungsi sebagai fixative yang menahan aroma parfum agar lebih tahan lama, sekaligus menjadi bahan utama lilin aromaterapi. Di industri makanan, resin ini dipakai sebagai perisa alami dalam minuman, permen, hingga dessert premium.

Di luar ekonomi modern, kemenyan tetap memainkan peran budaya lintas peradaban. Dupa berbahan gum benzoin digunakan dalam ritual Hindu di India, sementara gereja Ortodoks di Rusia dan Eropa Timur menggunakannya dalam liturgi. Sebagian permintaan dari Prancis dan Italia juga terkait dengan tradisi keagamaan dan seni wewangian klasik, bukan semata industri.

Tantangan terbesar kini justru berada di hulu. Regenerasi petani kemenyan melemah karena sektor ini dianggap kuno dan berisiko. Padahal, menurut kajian agroforestri, kebun kemenyan di Sumatra berfungsi ganda menghasilkan resin sekaligus menjaga struktur ekologi hutan.

Di sisi hilir, potensi nilai tambah masih jauh dari maksimal. Wakil Presiden Gibran Rakabuming sempat menekankan, hilirisasi pertanian harus mencakup komoditas khas seperti kemenyan, bukan hanya pangan pokok. Negara-negara maju sudah mengolah benzoin menjadi produk bernilai tinggi - dari serum anti-aging, balsam penyembuh luka, hingga flavoring gourmet.

Jika Indonesia mampu mengintegrasikan riset, industri, dan hilirisasi, kemenyan tak lagi berhenti sebagai getah mentah. Ia bisa menjadi bahan baku strategis dalam rantai nilai global.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |