Pengabdian Ipda Dongan Ajarkan Bahasa Inggris ke Anak-anak Pulau Terluar Riau

7 hours ago 1

Jakarta -

Ipda Dongan Marulitua Manalu mengabdi sebagai polisi di pulau terluar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Selain bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), ia juga menunjukkan dedikasinya dengan mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak di sana.

Ipda Dongan diusulkan oleh warga Kepulauan Meranti dalam program Hoegeng Awards 2026. Wakapolsek Rangsang itu dinilai sebagai sosok polisi yang ramah dan melayani masyarakat dengan baik.

Kisah pengabdiannya antara lain diceritakan oleh Sulaiman, guru di Desa Sungai Cina, Rangsang Barat, Kepulauan Meranti. Ia mengenal Ipda Dongan karena sering berkunjung ke sekolahnya untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiap kali datang dia sering memberikan sedikit ilmu dan berkomunikasi dengan anak-anak terkait kemampuannya berbahasa Inggris dan pengalamannya. Pokoknya anak-anak suka," kata Sulaiman.

Interaksi yang paling diingat Sulaiman dengan Ipda Dongan adalah saat keduanya berpapasan di jalan. Menurutnya, Ipda Dongan merupakan sosok yang bersahaja dan kerap menyapa terlebih dahulu.

"Bahkan, ketika kita ketemu berbelanja di mana saja, itu beliau dulu yang menegur 'eh Bapak' gitu," kata Sulaiman.

Ipda Dongan Ipda Dongan (Foto: dok. Istimewa)

Sekretaris Kecamatan Rangsang Pesisir Kepulauan Meranti, Iskandar, juga memuji kinerja Ipda Dongan yang dekat dengan masyarakat. Bagi Iskandar, Ipda Dongan adalah polisi yang penuh semangat dan aktif dalam berbagai kegiatan kecamatan.

"Artinya apa yang kami laporkan dan apa yang kami sampaikan itu bukan hanya sebatas seremoni, tapi memang itulah yang terjadi di lapangan," imbuh Iskandar.

Iskandar juga mengenal Ipda Dongan sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Kedekatan dengan masyarakat itulah yang dimanfaatkannya untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak.

"Kalau di kami di sini, di pesisir ini kan ada sekolah SLTP dan SLTA, juga sekolah SD, Pak. Jadi beliau ini bukan hanya di tingkat SD, tapi juga di tingkat SLTA juga beliau masuk, SLTP. Apalagi kalau untuk di tingkat SLTP dan SLTA ini kan memang perlunya adanya semacam memberikan wawasan, apalagi terkait tentang kenakalan remaja dan segala macamnya. Dan juga memberikan pengetahuan-pengetahuan, ilmu yang mungkin beliau dapatkan selama ini, berbagilah," urai Iskandar.

Kemampuannya dalam berbahasa Inggris juga kerap digunakan saat ia berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Iskandar pun mengaku salut terhadap rekannya di kepolisian tersebut.

"Jadi satu sisi dia berinteraksinya bukan hanya menggunakan Bahasa Indonesia ataupun menyesuaikan dengan bahasa daerah, tapi juga menggunakan Bahasa Inggris. Itu memang setiap kali kami ketemu, baik itu di jalan maupun beliau silaturahmi ke kecamatan, pasti menggunakan Bahasa Inggris," tutur Iskandar.

Cerita Ipda Dongan

Dihubungi terpisah, Ipda Dongan menceritakan awal mula dirinya mengajar anak-anak di Kepulauan Meranti. Dia sudah berdinas di Meranti sejak 2013, namun baru meraih pangkat perwira dalam beberapa tahun terakhir.

Pengabdian mengajarkan anak-anak pesisir sudah dilakukan Dongan saat bertugas di Polair. Saat itu Dongan masih berpangkat Bripka. Tak hanya mengenalkan bahasa Inggris, Ipda Dongan juga mengajarkan tentang baca tulis.

"Saya tertarik mengajarkan anak-anak sebenarnya di baca tulis dan mengajarkan itu, perkenalkan terhadap Bahasa Inggris karena anak-anak ataupun orang tua di sini kebanyakan rata-rata jadi TKI," ujar Ipda Dongan.

Ipda DonganIpda Dongan Foto: Dok Ist

Setelah itu, Ipda Dongan sempat ditugaskan ke luar negeri untuk menjadi bagian dari pasukan perdamaian PBB. Sekembalinya ke Tanah Air, Ipda Dongan langsung ditugaskan menjadi Bhabinkamtibmas di Polsek Rangsang Barat.

"Saya lanjutkan terus mengajar di Desa Sungai Cina dan Desa Bina Maju, anak-anak di sana. Saya membuat sebuah perbedaan, memperkenalkan hal yang baru, Bahasa Inggris dan kembali lagi mengajarkan cara baca tulis sebenarnya sesuai bahasa Indonesia," ujar Ipda Dongan.

Ia memilih pendekatan yang tidak formal saat mengajar anak-anak. Ipda Dongan menerjemahkan berbagai kalimat dalam Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris kemudian menggunakannya dalam versi permainan.

"Jadi anak-anak itu lebih happy-enjoy terhadap belajar," ujar Ipda Dongan.

Menurut Dongan, anak-anak lebih menikmati metode belajar seperti itu. Bahasa Inggris pun tak lagi dianggap sebagai pelajaran yang asing, tapi menjadi keterampilan penting yang bisa mendukung orang tua mereka yang bekerja di luar negeri.

Atas kegiatan tersebut, banyak masyarakat yang memberikan testimoni dan apresiasi terhadap apa yang dilakukan Ipda Dongan. Apresiasi itu kemudian terdengar sampai ke Kapolda Riau dan mengantarkan Ipda Dongan mendapat tiket sekolah perwira.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah perwira, Ipda Dongan dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Wakapolsek Rangsang yang membawahi dua kecamatan yaitu Rangsang dan Rangsang Pesisir.

Sebagai informasi, Pulau Ransang terdiri atas tiga kecamatan yaitu Rangsang, Rangsang Pesisir dan Rangsang Barat.

Pendekatan Ipda Dongan

Tak hanya berkunjung ke sekolah, Ipda Dongan juga biasanya mengajarkan Bahasa Inggris di tempat kumpul anak-anak di desa. Dia mengajarkan Bahasa Inggris dengan cara yang disukai oleh anak-anak.

"Untuk sekolah saya tidak tentukan, karena anak-anak yang kumpul ini adalah berbagai sekolah. Dan yang kumpul di tempat bermain ini jadi satu desa bergabung dengan sekolah-sekolah lain, Pak. Jadi nggak terbataskan satu sekolah, tetapi dominan kepada anak-anak desa yang kumpul gitu," ujar Ipda Dongan.

Jumlah anak-anak yang mengikuti pun beragam, mulai dari 10 hingga 20 orang. Adapun materi Bahasa Inggris yang diajarkan kepada mereka merupakan materi perkenalan dasar.

"Salah satunya sih bagaimana memperkenalkan diri secara sopan, baik terhadap orang tua, terhadap guru, ataupun bagaimana dengan teman-teman keseharian, ungkapan salam biasa. Kedua selanjutnya memperkenalkan orang lain dan memperkenalkan sekolahnya, atau bahkan memperkenalkan apa cita-citanya. Lanjut setelah itu saya perkenalkan bagaimana sih penggunaan tenses atau bagaimana merangkai kalimat itu," ujar Ipda Dongan.

Hasil dari kerja keras Ipda Dongan pun terbilang positif. Anak-anak di sana kini bisa mengenal lebih jauh Bahasa Inggris dan mengetahui tentang bagaimana cara mempraktekannya dalam kegiatan sehari-hari.

"Mereka jadi bisa setidaknya, berbicara melontarkan satu kata demi satu kata bahkan tampil berdiri untuk memperkenalkan berbicara dengan bahasa asing demikian," imbuh Ipda Dongan.

Lihat juga Video Pengabdian Aiptu Imam Ghozali 12 Tahun Ajarkan Anak-Anak di Keerom Mengaji

(knv/lir)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |