Pendiri Yayasan Buka Suara, Ngaku Sedih Ada Temuan Senjata di Sekolah Jaksel

2 weeks ago 19

Jakarta -

Salah satu pendiri Yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Yan Sofyan Syafe'i buka suara soal ditemukannya 966 senjata dalam ruang mantan Ketua Yayasan sekolah tersebut. Dia mengaku sedih atas ditemukannya senjata tersebut.

"Kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini tetapi Insyaallah seperti yang tadi saya utarakan mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya," kata Sofyan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

Sofyan menjelaskan awal mula sekolah tersebut didirikan untuk menciptakan anak-anak yang saleh dan pintar. Pendiri sekolah ini yaitu Mantan Wapres RI Adam Malik, Letjen TNI (Purn) KPH Soerjo Wirjohadipoetro, Mawardi Labay El-Sulthani dan Yan Sofyan Syafe'i.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ke Pak Adam kemudian kita sama-sama ke Pak Adam sampai di sana diarahkan oleh beliau bahwa beliau selaku Wakil Presiden pada waktu itu dan diarahkan bahwa ada tanah kami di sana di Kebayoran katanya di apa di Pondok Pinang," ucap dia.

"Setelah itu mulailah kita buat yayasan itu dengan visi dan misi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dan kita berkeinginan agar anak-anak bangsa kita itu dapat betul-betul menjadi manusia yang seutuhnya," tambahnya.

Sofyan berharap kasus pada sekolah yang didirikannya itu bisa segera diselesaikan. Hal itu agar kegiatan pembelajaran disekolah tersebut kembali berjalan baik.

"Mudah-mudahan itu semua bisa diselesaikan dengan cara yang sebaik mungkin. Karena harapan kami ya mudah-mudahan sekolah kita ini dapat kembali sesuai dengan tujuan," ungkapnya.

Tanggapan Pihak Eks Ketua Yayasan

Sebelumnya, Alhadid Endar Putra selaku kuasa IWD sekaligus Dirut PT Lokta Karya Perbakin menyampaikan bahwa 995 pucuk senjata airsoft gun itu adalah milik perusahaan tersebut. Senjata itu disimpan di gudang sekolah berkaitan dengan rencana kerja sama ekstrakurikuler (ekskul) menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah sebelumnya pada 2020.

Ia mengklaim senjata itu resmi dan berizin. Alhadid juga mengaku telah memperlihatkan surat izin tersebut ke pihak kepolisian.

"Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut," kata Alhadid.

Menurut Alhadid, pihak yayasan yang saat ini sudah tahu soal adanya senjata yang disimpan di gudang itu. Ia merasa heran pihak yayasan sekolah seakan-akan tidak mengetahui asal-usul senjata tersebut.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya," ungkapnya.

Alhadid menduga persoalan ini mencuat karena ada konflik di internal kepengurusan yayasan sekolah. Konflik itu terjadi sejak pembina yayasan yang sebelumnya diberhentikan secara sepihak.

"Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain," jelasnya.

(ial/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |