California Selatan dilanda gelombang panas ekstrem. Otoritas mengeluarkan peringatan, sementara ilmuwan mengaitkannya dengan pemanasan global dan El Niño.
Gambar udara memperlihatkan warga memadati perairan di sepanjang pesisir Encinitas, California, Amerika Serikat, untuk menikmati laut di tengah cuaca yang terik. California Selatan tengah dilanda gelombang panas berkepanjangan yang mendorong otoritas mengeluarkan peringatan cuaca panas dan panas ekstrem di sejumlah wilayah. Suhu di daerah pedalaman diperkirakan menembus tiga digit Fahrenheit, sementara kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal pekan depan. (REUTERS/Mike Blake)
Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) menyebut Kamis (23/7/2026) diperkirakan menjadi hari terpanas selama gelombang panas ini. Suhu pada malam hari juga diperkirakan tetap jauh di atas normal di banyak kawasan lembah sehingga warga hanya mendapat sedikit kelegaan. NWS memperkirakan kondisi tersebut akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan dengan perubahan suhu yang relatif kecil dari hari ke hari. (REUTERS/Mike Blake)
Profesor ilmu atmosfer dan kelautan University of California, Los Angeles (UCLA), David Neelin, mengatakan gelombang panas dipicu oleh kombinasi pola cuaca, pemanasan global jangka panjang, dan fenomena El Niño di Samudra Pasifik. Menurutnya, California Selatan kini memasuki fase yang berpotensi menjadi musim dingin El Niño yang sangat kuat. (REUTERS/Daniel Cole)
Neelin menjelaskan semakin kuat El Niño, semakin besar peluang California Selatan mengalami musim dingin yang lebih basah, bahkan berpotensi mencetak rekor curah hujan. Selain meningkatkan suhu udara di daratan, suhu permukaan laut di lepas pantai California Selatan juga tercatat berada di atas rata-rata, termasuk di sekitar Dermaga Scripps, San Diego. (REUTERS/Daniel Cole)
Neelin juga menjelaskan gelombang panas laut dapat dipicu oleh El Niño maupun kemunculan hamparan air hangat berskala luas (blob) akibat perubahan arus laut dan kondisi atmosfer. Ia memperingatkan kenaikan suhu laut dapat mengganggu ekosistem karena organisme laut terus terpapar air hangat, sehingga lebih rentan mengalami tekanan lingkungan dibanding manusia yang dapat mendinginkan tubuh melalui keringat. (REUTERS/Mike Blake)
source on Google


















































