Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyiapkan strategi jangka panjang untuk mencapai target kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 3 Giga Watt (GW).
Perusahaan juga menargetkan penambahan kapasitas secara bertahap hingga mencapai 1,8 GW pada 2033.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi mengatakan langkah utama yang dilakukan perusahaan adalah memastikan seluruh potensi sumber daya panas bumi yang dimiliki dapat dibuktikan menjadi cadangan terbukti atau proven resource melalui kegiatan eksplorasi.
"Iya yang pasti yang kami lakukan hari ini adalah kami memastikan potensi yang kami miliki resource yang dimiliki oleh PGE itu harus kami buktikan menjadi proven resource," ungkapnya dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, dikutip Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ini PGE tengah menjalankan pengeboran eksplorasi di sejumlah wilayah kerja panas bumi, antara lain Gunung Tiga dan Kotamobagu. Selain itu, perusahaan juga mulai mempercepat persiapan pengembangan Lumut Balai Unit 4 sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan proyek panas bumi ke depan.
Menurut Edwil, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, bahkan termasuk yang terbesar di dunia. Namun, kapasitas terpasang yang telah dimanfaatkan hingga saat ini masih relatif rendah.
"Iya mungkin bisa jadi potensi itu yang terbesar di dunia tapi kalau kita lihat dari installed capacity yang terpasang itu tidak sampai 20% paling hanya sekitar ya 11 atau 12%. Nah ini menjadi komitmen bersama tidak hanya bagi PGE tapi dari seluruh pelaku panas bumi," kata dia.
Adapun, untuk mengejar target tersebut PGE fokus pada dua aspek utama, yakni faktor internal dan eksternal. Dari sisi internal perusahaan terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
"Jadi melalui kompetensi dari para engineer para tenaga-tenaga ahli yang kami miliki di sisi lain kami juga menghitung bagaimana kami bisa menjalankan project dengan biaya yang lebih terukur biaya yang lebih turun. Kami merujuknya kami menyebutnya ini mereduksi capex-capex yang muncul baik dari sisi pemboran infrastruktur maupun dari sisi pembangunan power plant," katanya.
Sementara dari sisi eksternal, PGE aktif berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan melalui Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) untuk mendorong percepatan pengembangan industri panas bumi.
(wia)
Addsource on Google


















































