Pembatasan Pengguna LPG Subsidi Bakal Diuji Coba di Beberapa Wilayah

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan rencana penerapan skema pembatasan pengguna LPG 3 kilogram akan dilakukan secara bertahap melalui program uji coba (piloting) di sejumlah wilayah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengulangi kesalahan penerapan kebijakan yang langsung berlaku serentak di seluruh Indonesia tanpa masa penyesuaian.

"Piloting area itu kita belajar pada kasus Februari kemarin (2025), ada satu aturan yang baru muncul, langsung berlaku seluruh Indonesia," kata Laode dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM dikutip Senin (9/2/2026).

Ia menyebut saat kebijakan mulai diterapkan, pemerintah akan melakukan masa uji coba selama enam bulan terlebih dahulu di Jakarta sebelum diperluas ke daerah lain. Selama periode tersebut, pelaksanaan kebijakan akan dievaluasi.

"Sebelum kita masuk ke daerah-daerah yang lain. Jadi kita melakukan itu sambil kita pelajari. Piloting itu penting," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan saat ini pihaknya masih menghitung kebutuhan rata-rata LPG 3 kg per minggu per rumah tangga. Namun berdasarkan tren, rata-rata penggunaan per rumah tangga dalam waktu sepekan untuk LPG 3 kg yakni 1 tabung.

"Jadi ini kan memperhitungkan ini dalam seminggu itu berapa kebutuhan rata-rata. Jadi kalau kebutuhan rata-rata kan biasa per rumah tangga itu kan sekitar satu tabung itu per minggu," kata Yuliot ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (29/1/2026).

Di samping itu, Yuliot menjelaskan penentuan kebutuhan energi masyarakat akan mengacu pada track record konsumsi yang tercatat di Pertamina. Dengan basis data tersebut, pemerintah dapat menghitung kebutuhan riil di lapangan.

"Kita lihat itu berdasarkan data rata-rata, ini berdasarkan desil itu kan ada desil 1 sampai 4 ini berapa ini konsumsi mereka, ya kemudian untuk desil 5 sampai 8 berapa, ya kemudian 9 sampai 10 itu berapa. Untuk LPG bersubsidi ini kan untuk masyarakat miskin, masyarakat miskin itu kan berada di desil 1 sampai 4," ujar Yuliot.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |