Jakarta -
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengungkap hasil penyelidikan peluru nyasar yang melukai 2 orang di area Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP) pekan lalu. Peluru nyasar itu berasal dari latihan tembak prajurit Yonif Yudha Putra (YTP) 897 di Lapangan Lapai pada waktu yang sama.
"Dari hasil investigasi yang kami lakukan, proyektil yang mengenai korban diduga berasal dari kegiatan latihan menembak yang dilaksanakan prajurit di Lapangan Tembak Lapai," ujar Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, dalam keterangan pers di Makodam, dilansir detikSumut, Senin (8/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Taufiq, senjata yang digunakan dalam latihan adalah pistol kaliber 9 milimeter dengan jarak tempuh efektif proyektil mencapai sekitar 1.400 meter. Sejumlah faktor turut mempengaruhi arah lintasan peluru.
"Beberapa faktor seperti arah angin, kelembapan, dan posisi penembak menjadi bagian yang kami kaji dalam penyelidikan ini," katanya.
Taufiq menegaskan, apabila ditemukan unsur kelalaian dalam pelaksanaan latihan tersebut, pihak yang bertanggung jawab akan diproses sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI.
"Kami berkomitmen memberikan perhatian penuh kepada para korban dan akan menindaklanjuti setiap bentuk kelalaian sesuai prosedur hukum dan disiplin militer yang berlaku," katanya.
Sebagai tindak lanjut, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas latihan di Lapangan Tembak Lapai. Saat ini pihak TNI tengah mencari lokasi alternatif yang dinilai lebih aman untuk pelaksanaan latihan menembak ke depan.
Baca selengkapnya di sini.
Tonton juga video "Penjelasan Polisi soal Anak Anggota TNI di Kendari Kena Peluru Nyasar"
(eva/isa)


















































