Jakarta -
Seorang pedagang tahu menjadi korban penjambretan di Jalan Tipar Cakung, Jakarta Timur. Pelaku sempat mengamuk saat akan ditangkap polisi.
Peristiwa berawal saat korban bernama Kusnadi (26) sedang berjualan tahu dengan menggunakan sepeda motor di Jalan Tipar, Cakung, pada Senin (20/7) pagi. Kusnadi saat itu hendak menyeberang, tiba-tiba datang pria mengendarai motor Honda PCX mendekatinya.
"Awalnya korban mengira seorang laki-laki tersebut akan membeli dagangan milik Pelapor. Namun ternyata, sewaktu mendekati korban, pelaku tersebut menarik tas selempang miliknya," kata Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra, saat dihubungi detikcom, Rabu (22/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu pelaku langsung tancap gas membawa tas korban yang berisi dompet dan uang. Korban kemudian mengejarnya dan meneriaki 'jambret'.
Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cakung. Petugas Polsek Cakung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa CCTV hingga mengidentifikasi pelaku.
Pelaku Mengamuk saat Ditangkap
Selang sehari kemudian, pada Selasa (21/7) sekitar pukul 22.00 WIB, polisi mendapatkan laporan dari Ketua RT 005/006 Penggilingan yang menginformasikan adanya perselisihan korban dengan terduga pelaku berinisial AA alias F.
"Rupanya korban bertemu sama si pelaku di jalan, di depan rumah Ketua RT hingga terjadi perselisihan. Pelaku saat itu sempat mengamuk," kata Andre.
Polisi kemudian datang ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Saat polisi datang pun, F masih mengamuk dan mengelak telah menjambret korban.
"Pelaku awalnya tidak mengakui perbuatannya dan tetap mengamuk serta tidak mau untuk dibawa ke Polsek Cakung, hingga akhirnya Pelaku berhasil diamankan ke Polsek Cakung," jelasnya.
Polisi kemudian menggeledah kontrakan milik pelaku di Jalan Raya Penggilingan, Cakung, dengan didampingi pihak RT. Dalam penggeledahan itu ditemukan tas selempang dan dompet milik korban.
"Untuk tas dan dompet ditemukan tergeletak di atas kulkas di kontrakan Pelaku. Dan setelah dibuka di dalamnya berisi kartu SIM C asli milik korban, namun untuk HP VIVO 17 S dan uang tunai Rp 3 juta sudah raib," jelasnya.
Sementara itu, motor Honda PCX yang digunakan pelaku saat melakukan kejahatan tidak ditemukan di kontrakan pelaku. Polisi hanya menemukan motor Yamaha Fino, yang saat ini sedang didalami kepemilikannya.
(mea/dhn)
















































