OREO Berbagi Seru Jangkau 7.000 Siswa & 1.000 Guru-Orang Tua di 7 Provinsi

3 hours ago 5

Jakarta -

Selama lebih dari 30 tahun hadir di tengah keluarga Indonesia, OREO kembali melanjutkan kontribusinya di bidang pendidikan melalui program 'OREO Berbagi Seru'. Menyambut Hari Pendidikan Nasional, program ini menjadi upaya mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, yakni 'Pendidikan Bermutu untuk Semua', khususnya dalam pemerataan akses pendidikan.

Bermitra dengan Indonesia Mengajar, program ini menargetkan 7.000 siswa di 7 provinsi, termasuk wilayah 3T dan marginal, melalui kegiatan edukasi serta distribusi alat pembelajaran berbasis metode belajar sambil bermain. Selain itu, program ini juga melibatkan lebih dari 1.000 guru, orang tua, dan anggota komunitas untuk menciptakan dukungan pembelajaran yang lebih luas dan berkelanjutan

Marketing Director Mondelēz Indonesia Anggya Kumala menegaskan komitmen OREO dalam mendukung pendidikan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai brand yang sangat dekat dengan keluarga Indonesia, OREO secara konsisten berkomitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan sebagai salah satu bekal penting yang mendukung kemajuan bangsa, selaras dengan purpose OREO yaitu menghubungkan dunia melalui kegembiraan dengan mengubah proses belajar menjadi momen-momen penuh keseruan. Komitmen ini antara lain terwujud melalui penyelenggaraan program 'OREO Berbagi' sejak 2024, berupa rangkaian inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas, khususnya orang tua, guru dan anak, melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/4/2026).

"Dengan mengangkat tema 'OREO Berbagi Seru', tahun ini OREO ingin mendukung fokus Pemerintah dengan berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di beberapa wilayah 3T dan marginal, agar para siswa bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan seru secara lebih merata dan inklusif sehingga mereka memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi Generasi SERU - generasi masa depan yang mencerminkan karakter anak yang future-ready," sambungnya.

Ia berharap program ini dapat mendorong kolaborasi lintas pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

"Semoga seluruh rangkaian edukasi dan pendistribusian bantuan dari program 'OREO Berbagi Seru' dapat menjadi wujud nyata dari pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk saling berbagi peran dalam mendorong pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas dan tentunya seru agar bersama-sama kita dapat menumbuhkan lebih banyak Generasi SERU di Indonesia," tuturnya.

Dari pihak Kemendikdasmen, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., mengatakan penguatan pendidikan karakter membutuhkan kolaborasi lintas pihak.

"Upaya Kemendikdasmen RI untuk mewujudkan 'Pendidikan Bermutu untuk Semua' salah satunya dilakukan dengan memperkuat pendidikan karakter melalui gerakan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat'. Sejalan dengan tagline Pak Menteri yaitu 'Partisipasi Semesta', pembangunan karakter ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, kami ingin berkolaborasi dengan lebih banyak, termasuk dengan pihak korporasi," katanya.

"Tidak hanya itu, selaras dengan salah satu concern Pak Menteri yaitu 3T atau wilayah yang akses pendidikannya sangat minimal, kami juga menginginkan kolaborasi yang semakin kuat dengan teman-teman korporasi untuk menyukseskan program di wilayah-wilayah ini, seperti yang dilakukan OREO," lanjutnya.

Ia menjelaskan, gerakan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' telah diintegrasikan dalam kurikulum nasional dengan pendekatan deep learning yang menekankan pembelajaran dalam suasana menyenangkan (joyful). Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan.

Mariman pun mengapresiasi kontribusi OREO dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.

"Kemendikdasmen RI mengapresiasi langkah OREO yang turut menghadirkan kontribusi nyata pada program-program prioritas Pemerintah dan kami berharap program ini dapat memberikan dampak luas, tidak hanya bagi anak dan warga sekolah namun juga untuk lingkungan, yaitu orang tua dan masyarakat. Kami mengucapkan selamat atas peluncuran program 'OREO Berbagi Seru'. Semoga inisiatif ini membawa keceriaan, harapan, dan semangat belajar bagi lebih banyak anak-anak Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., menyoroti tantangan akses pendidikan di sejumlah wilayah.

"Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, akses pendidikan di sejumlah wilayah-terutama wilayah dengan keterbatasan akses dan tantangan geografis-masih perlu terus diperkuat. Di beberapa wilayah tersebut, anak-anak masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan serta akses terhadap media pembelajaran yang beragam," jelasnya.

"Saat ini, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan, media pembelajaran, serta penguatan kapasitas guru agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan (joyful). Di sisi lain, peran orang tua juga terus didorong melalui peningkatan literasi dan dukungan sumber daya agar semakin optimal dalam mendampingi anak. Kesenjangan ini telah mempengaruhi hasil belajar, terutama di bidang Literasi, Numerasi, dan Sains. Data Program for International Student Assessment 2022 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-69 dari 80 negara di dunia dalam hal kemampuan membaca, matematika, dan sains. Untuk itu, Kemendikdasmen RI terus berfokus untuk mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program, salah satunya dengan penguatan kolaborasi lintas pihak dalam mendorong pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan menyenangkan (joyful) bagi lebih banyak anak Indonesia," sambungnya.

Lebih lanjut, Psikolog Anak dan Keluarga Irma Gustiana A., A.Psi., M.Psi. menilai bahwa anak kini dituntut memiliki keterampilan yang lebih kompleks.

"Perkembangan teknologi yang pesat, arus globalisasi, serta perubahan sosial yang terus terjadi telah membentuk dunia yang bergerak jauh lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi ini menuntut anak memiliki keterampilan yang lebih kompleks - seperti penguasaan karakter-karakter yang ada pada Generasi SERU yaitu: Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul - agar mereka mampu bertahan dan berkembang di masa depan," ungkapnya.

"Dalam hal belajar, teori psikologi dari Piaget menekankan bahwa anak bukan hanya menerima informasi, tetapi mereka membangun pengetahuan secara internal melalui interaksi dan eksplorasi. Untuk itu, dibutuhkan dukungan pendidikan yang relevan dengan dunia mereka yaitu melalui serunya bermain, sekaligus peka terhadap perkembangan zaman agar anak dapat mengasah kemampuan kognitif, sosial, dan emosional secara seimbang serta tumbuh menjadi individu yang tangguh dan berdaya saing," sambungnya.

Celebrity Mom turut berbagi, Ayu Dewi, turut berbagi pengalamannya dalam mendampingi anak belajar.

"Anak zaman sekarang nggak bisa disamakan dengan generasi dulu karena mereka hidup di dunia yang sangat dinamis dan full of challenges. Contohnya anak-anakku yang juga jadi bagian dari Generasi SERU. Di sekolah, mereka didorong untuk memahami konsep secara menyeluruh, dibimbing untuk mampu menerapkan pengetahuan secara berkelanjutan, membuat pilihan yang bertanggung jawab, sekaligus mampu berdiskusi serta berpikir kritis agar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, penuh empati dan toleransi terhadap sekitar," ceritanya.

"Jadi, di rumah aku ikut mengutamakan proses belajar dua arah yang lebih interaktif, contohnya dengan menerapkan pembelajaran sambil bermain supaya anak-anak dibiasakan berperan aktif dan kritis bertanya. Tapi aku sadar, hal ini adalah sebuah 'kemewahan' yang mungkin belum bisa dirasakan oleh semua anak. Untuk itu, salut untuk OREO dan program 'OREO Berbagi Seru', semoga akan semakin banyak anak Indonesia yang bisa ikut merasakan keseruan belajar sambil bermain!," tutupnya.

Diketahui, untuk implementasi program tersebut, sosialisasi penggunaan alat pembelajaran dilakukan melalui School Roadshow yang berisi program edukasi bagi guru, orang tua, dan komunitas. Inisiatif ini sekaligus mendukung gerakan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' khususnya pilar 'Gemar Belajar'.

Selain itu, 'OREO Berbagi Seru' juga merangkul partisipasi masyarakat. Konsumen dapat berkontribusi melalui pembelian produk OREO, di mana sebagian keuntungan penjualan akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung program.

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |