Nenek dan Cucu Korban Kebakaran Kontrakan di Bogor Alami Luka Bakar 80%

8 hours ago 3

Jakarta -

Dua korban luka akibat kebakaran kontrakan di Bogor Tengah, Kota Bogor, masih dirawat intensif di RS PMI Bogor. Kedua korban merupakan nenek dan cucu dengan luka bakar mencapai 80 persen.

"Saya sampaikan kondisi kedua pasien secara lebih detail. Kondisi si nenek, yang saat ini berada di ruang intensif, mengalami luka bakar tingkat dua atau grade 2 dengan luas 80 persen," kata Direktur Pelayanan Medis RS PMI, dr Firmansyah Abdi, kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).

"Sementara (pasien) anak, yang sekarang dirawat di Ruang Mawar, penanganannya sudah dipegang oleh dokter bedah plastik yang akan merencanakan operasi pembersihan luka dan penggantian perban. Anak tersebut sementara akan dirawat secara lebih intensif di ruang intensif anak (PICU)," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua korban luka bakar bernama Ratna Julianti dan cucunya bernama Saud Marpaung. Sedangkan satu cucu lainnya, bernama Zaki berusia 1,4 tahun, meninggal dunia dalam kejadian kebakaran tersebut.

Firmansyah mengatakan kondisi luka bakar pada tubuh Ratna Julianti masuk kategori tingkat 2 atau grade 2, sehingga butuh penanganan medis di rumah sakit dengan peralatan lebih lengkap.

"Dengan kondisi tersebut, ditambah adanya kecurigaan trauma atau cedera pada saluran napas, perawatan terbaik yang dibutuhkan pasien harus dilakukan di rumah sakit tipe A. Karena di Bogor belum ada rumah sakit tipe A, kami sudah berkoordinasi dan mencoba memproses rujukan ke rumah sakit besar di Jakarta, seperti RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RS UI, atau RS Persahabatan," sebut Firmansyah.

Diberitakan sebelumnya, tiga unit rumah kontrakan terbakar di Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Bayi berusia 1,4 tahun meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka bakar.

"Korban ada tiga orang, satu itu umur 1,4 tahun atas nama Zaki, kemudian dua orang lagi usia dewasa luka-luka, sudah dibawa ke Rumah Sakit PMI," kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo, Kamis (5/3/2026) malam.

"Ketiga korban satu keluarga. Kita masih cek untuk data lengkapnya," imbuhnya.

(dek/dek)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |