Jakarta, CNBC Indonesia — Minat masyarakat untuk berlibur ke luar negeri semakin meningkat. Hal ini terlihat dari transaksi kartu kredit untuk keperluan travelling yang meningkat dua digit.
International Wealth and Premier Banking Director Bank HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan, transaksi kartu kredit HSBC untuk pengeluaran di luar negeri naik 10% secara tahunan (yoy). Sementara transaksi antar ekosistem travel, seperti membeli tiket meningkat 15% yoy.
"Tahun 2026 kita akan melihat another good growth di mana kita melihat pertumbuhan double digit setiap tahun. Makanya HSBC berkomitmen untuk menjadi mitra dan menjadi partner di gaya hidup, khususnya travelling," ungkap Lanny dalam media briefing di Jakarta, Kamis, (22/1/2026).
Salah satu strategi peningkatan kredit tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan maskapai All Nippon Airways (ANA), dengan menggelar HSBC ANA Travel Fair 2026. Acara ini berlangsung pada 22-25 Januari 2026 di Laguna Atrium, Central Park Mall.
Acara ini bertujuan untuk membantu nasabah dan konsumen mengamankan rencana perjalanan 2026 lebih awal, guna menghindari lonjakan harga dan memaksimalkan penghematan hingga 40%. Penghematan tersebut misalnya, tiket pergi-pulang Jakarta-Jepang mulai dari Rp3,9 juta, ke Amerika Serikat mulai dari Rp8,6 juta, dan paket tur 5 hari di Jepang mulai dari Rp9 jutaan.
"Kehadiran HSBC ANA Travel Fair merupakan bagian dari komitmen HSBC Indonesia yang termasuk dalam pilar Gaya Hidup (Lifestyle), serta ikut melengkapi pilar Pengelolaan Kekayaan (Wealth Management), dan pilar International, sebagai 3 (tiga) pilar proposisi utama yang dihadirkan bagi para nasabah Premier kami," terangnya.
Hal ini pun sejalan dengan laporan HSBC Quality of Life 2025 yang mengungkapkan bahwa 43% masyarakat kelas menengah-atas (affluent) di Indonesia kini menempatkan liburan sebagai salah satu tujuan finansial utama.
Seiring dengan itu, minat bepergian konsumen Indonesia masih terlihat positif. Hal ini terlihat dari hasil pre-sale HSBC ANA Travel Fair pada 21 Januari 2026, dimana nilai transaksinya naik sebesar 32% dari periode tahun lalu.
Sebagai informasi, kredit konsumsi masih menjadi salah satu pendorong pertumbuhan kredit di tahun 2025. Bank Indonesia mengumumkan kredit bank sepanjang 2025 tumbuh 9,69% secara tahunan (yoy).
Adapun pertumbuhan kredit didorong oleh segmen kredit investasi yang naik 21,06% yoy. Pada periode yang sama, kredit modal kerja hanya naik 4,52% yoy dan kredit konsumsi 6,58% yoy.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

















































