Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
22 April 2026 15:55
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa minuman asal China, Mixue Ice Cream & Tea mulai mengurangi ekspansi globalnya. Setelah bertahun-tahun tumbuh cepat di Asia Tenggara, perusahaan ini justru menutup ratusan gerai di luar negeri yang sebagian besar berada di Vietnam dan Indonesia.
Melansir dari VnExpress, jumlah gerai Mixue di luar negeri berkurang sebanyak 428 unit dalam setahun terakhir. Penutupan ini terkonsentrasi di pasar Asia Tenggara, khususnya Vietnam dan Indonesia, yang sebelumnya menjadi motor ekspansi utama brand tersebut.
Ekspansi Tetap Berjalan, Lebih Selektif
Meski menutup ratusan gerai, Mixue tetap melanjutkan ekspansi ke pasar baru seperti Amerika Serikat dan Kazakhstan.
Perusahaan juga memasuki Malaysia dan Thailand melalui brand berbeda, Lucky Cup. Ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi tidak dihentikan, melainkan dilakukan dengan pendekatan yang lebih selektif dan terukur.
Indonesia dan Vietnam tetap menjadi pasar luar negeri terbesar Mixue, namun ekspansi masif sebelumnya mulai memicu kejenuhan pasar. Tingginya jumlah gerai dalam satu wilayah meningkatkan persaingan internal dan menekan profitabilitas, sehingga perusahaan perlu melakukan penyesuaian strategi.
Transformasi Gerai dan Lokasi
Sebagai respons, Mixue mulai beralih dari gerai kecil ke outlet yang lebih besar dengan lokasi lebih strategis. Perubahan ini mencakup area persiapan yang lebih luas, tampilan toko yang menghadap jalan utama, serta fokus pada lokasi premium guna meningkatkan daya tarik dan efisiensi operasional.
Keunggulan utama Mixue tetap pada harga produk yang terjangkau, didukung oleh kontrol rantai pasok yang kuat dari hulu ke hilir. Strategi ini memungkinkan perusahaan menjaga daya saing di tengah ketatnya kompetisi, terutama di segmen minuman ekonomis.
Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh
Di tengah langkah konsolidasi, kinerja keuangan Mixue justru menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Pada tahun 2025, pendapatan mixue meningkat 35% menjadi CNY (RMB) 33,56 miliar, sementara laba bersih naik 33% menjadi RMB5,93 miliar, mencerminkan bahwa strategi efisiensi tidak menghambat ekspansi bisnis secara keseluruhan.
(mae/mae)
Addsource on Google

















































