Misteri 6 Kota Hilang Ditelan Waktu, Cek Faktanya

1 day ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Arkeolog di seluruh dunia terus berlomba mengungkap jejak peradaban kuno yang hilang. Namun hingga kini, sejumlah kota besar dari masa lampau, termasuk ibu kota kerajaan dan kekaisaran raksasa, masih belum berhasil ditemukan lokasinya.

Keberadaan kota-kota ini diketahui dari catatan sejarah dan prasasti kuno, tetapi jejak fisiknya seakan menghilang ditelan waktu. Dalam sejumlah kasus, para penjarah artefak diduga telah menemukan kota-kota tersebut lebih dulu dan menjual benda-benda bersejarahnya ke pasar gelap.

Sayangnya, mereka tidak pernah mengungkapkan lokasi penemuan. Melansir Live Science, Rabu (7/12/2026), berikut enam kota kuno yang hingga kini masih menjadi teka-teki besar dunia arkeologi, dirangkum dari berbagai sumber penelitian sejarah.

1. Irisagrig

Tak lama setelah invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003, ribuan tablet tanah liat kuno muncul di pasar barang antik. Dari isi tablet itulah para ilmuwan mengetahui adanya kota bernama Irisagrig, yang berkembang sekitar 4.000 tahun lalu di wilayah Irak.

Tablet tersebut menggambarkan kehidupan para penguasa yang tinggal di istana penuh anjing dan bahkan memelihara singa yang diberi makan sapi. Para penjaga singa, yang disebut lion shepherds, mendapat jatah roti dan bir.

Teks juga menyebut adanya kuil untuk dewa Enki serta festival-festival keagamaan. Meski artefaknya banyak ditemukan, kota Irisagrig sendiri belum pernah ditemukan oleh arkeolog.

2. Itjtawy

Firaun Amenemhat I mendirikan ibu kota baru bernama Itjtawy sekitar 1981-1952 SM. Kota ini menjadi pusat kekuasaan Mesir hingga sekitar 1640 SM, sebelum akhirnya runtuh akibat invasi bangsa Hyksos.

Lokasinya belum ditemukan, namun para ahli menduga Itjtawy berada di dekat Lisht, Mesir tengah, karena banyak makam bangsawan dan piramida Amenemhat I berada di wilayah tersebut.

3. Akkad

Akkad adalah ibu kota Kekaisaran Akkadia, kekaisaran besar pertama di dunia yang berkuasa antara 2350-2150 SM. Dari kota ini, Raja Sargon Agung menguasai wilayah luas dari Teluk Persia hingga Anatolia.

Meski sering disebut dalam teks kuno, Akkad tidak pernah ditemukan. Kota ini diyakini berada di wilayah Irak modern dan kemungkinan hancur atau ditinggalkan ketika kekaisaran runtuh sekitar 2150 SM.

4. Al-Yahudu

Nama Al-Yahudu berarti "Kota Yehuda." Kota ini menjadi tempat tinggal orang-orang Yahudi yang diasingkan Raja Nebukadnezar II setelah menaklukkan Kerajaan Yehuda pada 587 SM.

Sekitar 200 tablet dari kota ini telah ditemukan di pasar barang antik. Isinya menunjukkan para pengungsi Yahudi tetap mempertahankan iman mereka dan menggunakan nama Tuhan Yahweh. Namun, lokasi Al-Yahudu sendiri belum pernah ditemukan oleh tim arkeologi resmi.

5. Waššukanni

Waššukanni merupakan pusat Kekaisaran Mitanni yang berjaya antara 1550-1300 SM, meliputi wilayah Suriah timur laut, Anatolia selatan, dan Irak utara.

Kota ini tak pernah ditemukan, tetapi sejumlah ahli menduga lokasinya berada di wilayah Suriah timur laut. Penduduknya dikenal sebagai bangsa Hurrians dengan bahasa dan budaya yang khas.

6. Thinis

Thinis, juga dikenal sebagai Tjenu, adalah kota penting di Mesir selatan sekitar 5.000 tahun lalu. Menurut sejarawan kuno Manetho, para raja pertama Mesir memerintah dari kota ini ketika Mesir bersatu di bawah Raja Narmer (Menes).

Meski belum pernah diidentifikasi secara pasti, para ahli meyakini Thinis berada di dekat Abydos, lokasi pemakaman banyak bangsawan dan keluarga kerajaan Mesir kuno.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |