Minta Hujan! Potret Ribuan Warga Kalbar Salat, Dikepung Asap Karhutla

4 hours ago 2

Mereka melaksanakan salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang dan kepungan kabut asap akibat karhutla.

Umat ​​Muslim melaksanakan salat Istisqa untuk meminta hujan di kompleks Masjid Raya Mujahidin di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). (REUTERS/Victor Fidelis Sentosa)

Umat ​​Muslim melaksanakan salat Istisqa untuk meminta hujan di kompleks Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). (REUTERS/Victor Fidelis Sentosa)

Umat ​​Muslim melaksanakan salat Istisqa untuk meminta hujan di kompleks Masjid Raya Mujahidin di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). (REUTERS/Victor Fidelis Sentosa)

Mereka melaksanakan salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang dan kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (REUTERS/Victor Fidelis Sentosa)

Umat ​​Muslim melaksanakan salat Istisqa untuk meminta hujan di kompleks Masjid Raya Mujahidin di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). (REUTERS/Victor Fidelis Sentosa)

Pelaksanaan salat Istisqa digelar sekitar pukul 07.00 WIB. Jemaah mengenakan masker terlihat di tengah pelaksanaan salat. Masker menjadi pelindung warga dari paparan asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalbar. (REUTERS/Victor Fidelis Sentosa)

Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan yang menyelimuti wilayah Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (28/8/2026). (REUTERS/Willy Kurniawan)

Salat meminta hujan ini menjadi ikhtiar umat Islam menghadapi kondisi kekeringan yang diperparah karhutla. Warga memanjatkan doa agar hujan segera turun dan membawa keberkahan sekaligus membantu meredakan bencana asap. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan yang menyelimuti wilayah Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (28/8/2026). (REUTERS/Willy Kurniawan)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan potensi kebakaran. Kondisi tersebut tidak hanya memicu kebakaran lahan, tetapi juga membuat kebakaran bangunan lebih mudah membesar. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Umat ​​Muslim melaksanakan salat Istisqa untuk meminta hujan di kompleks Masjid Raya Mujahidin di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). (REUTERS/Victor Fidelis Sentosa)

Karena itu, menurut Edi, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan dengan langkah teknis. Pemerintah bersama masyarakat juga melakukan ikhtiar melalui doa. (REUTERS/Victor Fidelis Sentosa)

Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan yang menyelimuti wilayah Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (28/8/2026). (REUTERS/Willy Kurniawan)

"Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kemarau dan memburuknya kualitas udara. Kita tidak hanya berupaya di lapangan, tetapi juga meminta doa agar segera diturunkan hujan yang berkah," ujarnya. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan yang menyelimuti wilayah Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (28/8/2026). (REUTERS/Willy Kurniawan)

Hujan yang turun nantinya dapat membantu memadamkan titik-titik kebakaran, mengurangi kabut asap, sekaligus memperbaiki kualitas udara di Kalbar, termasuk Kota Pontianak. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |