Menko PMK Dorong Anak 'Speak Up' Jika Jadi Korban Kekerasan

6 hours ago 1

Jakarta -

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mendorong anak-anak agar bisa berani melapor atau speak up saat menjadi korban atau saat melihat kekerasan. Menurutnya, anak-anak sebelumnya tidak berani speak up karena tradisi dan budaya di Indonesia.

"Sekarang ini kita dorong semua masyarakat untuk aktif menyampaikan pengaduan seandainya melihat kekerasan atau menjadi korban dari kekerasan. Ini bukan hal yang mudah ya dalam tradisi budaya kita, dan juga terutama untuk anak-anak. Anak-anak sering kali tidak berani untuk speak up," kata Pratikno dalam jumpa pers di kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Dia mencontohkan Polri dalam mendorong anak agar berani melaporkan kekerasan. Dia mengungkap Polri memiliki program 'Raise Hand and Speak' yang mendorong anak agar berani melaporkan kekerasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya Polri pun punya program namanya 'Speak Up' ya. Raise Hand and Speak. Jadi Polri pun punya program Raise Hand and Speak, bagaimana kepolisian membangun citra ramah di depan anak, kemudian anak berani untuk raise and speak, jadi berani untuk menyampaikan jika melihat ataupun menjadi korban kekerasan," katanya.

Pratikno kemudian menyoroti kemungkinan naiknya angka kekerasan terhadap anak. Hal tersebut menurutnya sebagai bukti jika masyarakat semakin berani melapor saat terjadi kekerasan.

"Jadi kasus kekerasan itu kalau kasusnya naik, itu tidak berarti sepenuhnya jumlah kasusnya naik, tetapi bisa juga berarti masyarakat semakin berani untuk menyampaikan pengaduan," katanya.

Dia mengimbau masyarakat dapat melapor jika menjadi korban atau melihat kekerasan terhadap anak. Dia menyebut sejumlah opsi bisa dihubungi, termasuk hotline SAPA 129 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) hingga 110 Polri.

"Pengaduannya kita ada beberapa saluran tadi yang sudah disampaikan yaitu SAPA 129, kemudian Hotline 110 Polri, dan juga pengaduan KPPPA," imbuhnya.

Simak juga Video 'KemenPPPA Catat 21 Ribu Kasus Kekerasan Anak Sepanjang 2025':

(yld/yld)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |