Menhan dan Purnawirawan Jenderal TNI Bahas Izin Lintas Udara Usulan AS

4 hours ago 3

Jakarta -

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengungkapkan para purnawirawan TNI memberi masukan dan analisis atas letter of intent (LoI) mengenai overflight clearance atau izin lintas udara Indonesia usulan Amerika Serikat (AS). Kemhan, katanya, masih mendalami usulan tersebut.

"Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisa yang sangat baik, sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan letter of intent tersebut," kata Rico kepada wartawan seusai pertemuan Menhan dengan purnawirawan di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rico melanjutkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sudah bertemu langsung dengan pihak AS. Hasil pertemuan itu pun dibawa ke forum silaturahmi dengan purnawirawan hari ini

"Hal tersebut di-update oleh Bapak Menhan Sjafrie terkait dengan kegiatan yang beliau lakukan, khususnya yang terakhir adalah bersama dengan Secretary of War, Pete Hegseth, beberapa waktu yang lalu. Itu disampaikan secara langsung kepada para purnawirawan," imbuh dia.

Sebelumnya, Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyepakati pembentukan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama atau Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) pada Senin (13/4). Kemhan menyebut MDCP itu tidak mengatur kerja sama terkait akses ruang udara Indonesia untuk militer AS.

"Itu tidak ada dalam MDCP," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dikutip Antara, Selasa (14/4).

Rico menyampaikan poin kerja sama terkait izin aktivitas pesawat Amerika di wilayah udara Indonesia masih dipertimbangkan pemerintah Indonesia. Rico mengatakan Kemhan mengedepankan kedaulatan Indonesia, kepentingan nasional, serta kepatuhan pada hukum nasional dan hukum internasional yang berlaku.

Rico menyebut kesepakatan yang diteken berisi kerja sama pengembangan kapasitas teknologi pertahanan, peningkatan kesiapan operasional, pendidikan militer profesional, serta penguatan hubungan antarpersonel pertahanan kedua negara.

"Kerja sama ini dipandang sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional, namun tetap dijalankan dalam koridor politik luar negeri bebas aktif, kepentingan nasional, dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara," katanya.

Saksikan Live DetikSore :

Tonton juga video "Menhan Sjafrie Temui Menteri Perang AS, Bahas Apa?"

(tsy/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |