Menhan Bahas Kerja Sama RI-AS hingga Batalion Baru Saat Kumpulkan Purnawirawan

5 hours ago 4
Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menggelar silaturahmi dengan para purnawirawan TNI di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat, pagi ini. Kerja sama pertahanan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) hingga rencana penambahan batalion baru menjadi hal-hal yang dibahas dalam pertemuan itu.

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait awalnya menjelaskan pertemuan itu merupakan upaya memperkuat komunikasi antara generasi aktif TNI dan para purnawirawan. Pertemuan itu juga dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, KSAL Laksamana Muhammad Ali, hingga KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.

"Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan terkini terkait arah kebijakan pertahanan nasional, termasuk strategi pengembangan kekuatan TNI ke depan," kata Rico kepada wartawan seusai pertemuan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rico mengatakan Sjafrie juga mendengarkan berbagai masukan dan pandangan dari para purnawirawan TNI. Dia mengatakan para purnawirawan punya pengalaman dan pengetahuan tentang urusan pertahanan.

"Dalam kesempatan ini juga ditegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berlandaskan pada prinsip konstitusi dan kepentingan nasional dengan strategi defensif aktif yang berorientasi pada menjaga kedaulatan negara tanpa mengganggu stabilitas yang ada di kawasan," jelas dia.

Rico menyebut pertemuan itu membahas berbagai program pertahanan. Mulai dari kerja sama antara Indonesia dan AS hingga rencana penambahan kekuatan TNI.

"Hal tersebut di-update oleh Bapak Menhan Sjafrie terkait dengan kegiatan yang beliau lakukan, khususnya yang terakhir adalah bersama dengan Secretary of War, Pete Hegseth, beberapa waktu yang lalu. Itu disampaikan secara langsung kepada para purnawirawan," ujar Rico.

Dia mengatakan para purnawirawan memberi masukan ke Sjafrie. Dia mengatakan masukan tersebut menjadi bahan evaluasi, termasuk soal permintaan AS untuk overflight.

"Ini merupakan salah satu forum dari bagian dari masukan-masukan yang diterima, ya. Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisa yang sangat baik, sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan letter of intent tersebut," ucap Rico.

Dia menyebut Sjafrie juga menyampaikan rencana pembangunan kekuatan TNI di masa depan. Dia mengatakan ada rencana penambahan 150 batalion teritorial pembangunan setiap tahun.

"Itu termasuk bagian yang dijelaskan oleh Bapak Menhan dan Bapak Panglima TNI tentang pembangunan kekuatan TNI ke depannya, dan rencana setiap tahun akan dibangun 150 batalyon teritorial pembangunan," ujarnya.

"Termasuk ya, terkait dengan perkembangan pasukan perdamaian yang ada di, khususnya di Lebanon. Itu termasuk menjadi masukan-masukan dari para senior supaya evaluasi ke depannya bagaimana, termasuk dengan perkembangan yang ada saat ini di Lebanon Selatan, maupun perkembangan geopolitik yang ada di Selat Hormuz," sambungnya.

Saksikan Live DetikSore :

Tonton juga video "Menhan Sjafrie Temui Menteri Perang AS, Bahas Apa?"

(tsy/haf)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |