Jakarta -
Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Dalam arahannya, Tito mengapresiasi digelarnya Rakernas tersebut. Ia berharap melalui diskusi dan dialog yang terjalin antarkepala daerah akan tercipta output dalam menyelesaikan persoalan daerah dan bangsa.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada APKASI yang membuat acara seperti ini. Dan tadi kalau bisa nanti ada output-nya yang bermanfaat untuk nyelesaikan berbagai permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia," ujar Tito, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rakernas yang digelar di Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (20/1) ini, mengusung tema 'Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera'.
Tito menjelaskan setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik persoalan yang beragam. Ada persoalan yang bersifat umum, ada pula yang cenderung memiliki kekhususan.
Dalam konteks tersebut, Tito menyebut Presiden RI Prabowo Subianto memiliki semangat yang besar dalam mengatasi persoalan rakyat.
Hal itu tecermin melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Di sisi lain, Tito mengajak kepala daerah untuk memahami pemikiran Prabowo sesuai dengan yang tertuang dalam buku 'Paradoks Indonesia dan Solusinya'.
Menurut Tito, Prabowo terus mendorong agar pemerintah dapat memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat.
"Karena kekayaan Indonesia sangat luar biasa. Cukup untuk membuat orang Indonesia menjadi kaya," kata Tito.
"Cukup untuk mengangkat derajat orang-orang miskin menjadi naik kelas. Dan itu sudah diprediksi oleh para observer, pengamat," tambahnya.
Melalui berbagai potensi tersebut, Tito optimistis Indonesia akan menjadi negara maju dengan ekonomi besar di dunia.
Terlebih, Indonesia juga memiliki potensi besar berupa bonus demografi. Peluang ini perlu ditangkap oleh kepala daerah dengan mengoptimalkan daerah masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga meminta kepala daerah untuk memperkuat peran sektor swasta. Caranya melalui kemudahan perizinan sehingga para investor dapat menanamkan modalnya ke daerah.
"Kalau swastanya hidup, di daerah itu yang ditandai dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah)-nya yang lebih tinggi itu, daerah itu akan melompat," tutur Tito.
Sebagai informasi, Rakernas tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Ketua Umum (Ketum) APKASI Bursah Zarnubi, Ketua Harian APKASI Dadang Supriatna, Sekretaris Jenderal (Sekjen) APKASI Joune James Esau Ganda, serta para bupati dan pejabat terkait lainnya dari seluruh Indonesia.
(hnu/ega)

















































