Surabaya, CNBC Indonesia - XLSmart baru saja mendapatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz dari lelang resmi yang diumumkan beberapa waktu yag lalu.
Frekuensi itu kemudian akan digunakan untuk mempercepat perluasan jaringan 5G yang mulai diimplementasikan pada awal Agustus lalu.
"Pokoknya kita investasi begitu gede dengan spektrum baru kita acquire, langsung on. So sekarang di tanggal Agustus 5 kita diberi permission untuk turn on the new spectrum," ujar Direktur dan Chief Technology Officer XLSmart Shurish Subbramaniam saat Media Gathering XLSmart di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026).
Dalam waktu sekitar tiga pekan, perusahaan kemudian mengaktifkan spektrum 2,6 GHz pada seluruh site 5G-nya.
"Dalam waktu 3 minggu semuanya sudah on. Itu first to on semua 5G site 2,6 jaringannya sudah on ya," imbuhnya.
Perusahaan kini menargetkan layanan 5G tersedia di 101 kota/kabupaten hingga akhir 2026, naik dari target sebelumnya sebanyak 88 kota/kabupaten.
"Kita agree to expand 101 kota. Kota-kota baru, Lombok, Malang akan turn on sebelum akhir tahun ini. Ini akan lanjut terus ke tahun depan," kata Shurish.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys, mengatakan perusahaan tidak ingin pengembangan 5G hanya berfokus pada titik-titik tertentu.
Menurutnya, ketika sebuah kota dinyatakan sudah memiliki layanan 5G, perusahaan menargetkan cakupan yang lebih menyeluruh.
"Kita enggak sekadar ceplok-ceplok 5G hanya untuk sekadar menyatakan saya sudah 5G. Tapi betul-betul 5G dan 4G berada pada titik yang sama," kata Merza.
Hingga semester pertama 2026, layanan 5G XLSmart telah hadir di lebih dari 50 kota.
Jaringan tersebut didukung sekitar 15 ribu BTS 5G dengan cakupan populasi nasional mencapai sekitar 23 persen.
Merza mengatakan target awal 88 kota/kabupaten pada akhir tahun diperkirakan dapat menjangkau lebih dari 50 persen populasi.
XLSmart juga menaikkan panduan kapitalisasi capex 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.
Investasi itu digunakan untuk mendukung pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS, perluasan 5G, hingga pemanfaatan spektrum baru.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]


















































