Jakarta, CNBC Indonesia - Kekeringan dan penurunan muka air di sejumlah sungai utama di Kalimantan mulai mengganggu aktivitas pengangkutan batu bara. Kondisi tersebut membuat kapal tongkang tidak dapat beroperasi secara optimal, sehingga stok batu bara berpotensi menumpuk di area tambang maupun stockpile pelabuhan.
Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mengatakan, penurunan muka air sungai terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan akibat kondisi kemarau. Gangguan tersebut mulai memengaruhi aktivitas pengangkutan batu bara melalui jalur sungai.
Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengatakan, di beberapa wilayah, kondisi sungai yang semakin dangkal membatasi draft kapal tongkang. Akibatnya, muatan batu bara yang dapat diangkut dalam satu perjalanan menjadi tidak maksimal.
"Secara umum, kekeringan dan penurunan muka air sungai terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan mulai memengaruhi aktivitas pengangkutan batu bara," kata Gita kepada CNBC Indonesia, Jumat (4/6/2026).
Dia menjelaskan, keterbatasan draft tersebut membuat kapal tongkang tidak dapat mengangkut batu bara dengan kapasitas penuh. Kondisi ini pada akhirnya dapat menghambat distribusi batu bara dari wilayah tambang menuju pelabuhan.
"Di beberapa wilayah sungai lainnya, penurunan muka air juga dapat membatasi draft tongkang sehingga muatan tidak dapat dimaksimalkan," ujarnya.
Menurut Gita, terganggunya aktivitas pengangkutan tersebut berpotensi meningkatkan stok batu bara untuk sementara waktu. Batu bara yang tidak dapat segera dikirim dapat tertahan di area tambang maupun stockpile pelabuhan.
"Kondisi ini berpotensi meningkatkan stok sementara di area tambang maupun stockpile pelabuhan," kata dia.
Meski demikian, APBI menilai kondisi logistik di dalam negeri bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan harga batu bara. Harga komoditas tersebut tetap dipengaruhi terutama oleh dinamika permintaan dan pasokan di pasar global.
"Pergerakan harga batu bara dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama dinamika permintaan dan pasokan global. Kondisi logistik di Indonesia dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar, namun bukan satu-satunya faktor penentu kenaikan harga," tutur Gita.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]


















































