Jakarta, CNBC Indonesia - Setiap tahun, ada penghargaan yang diberikan kepada penelitian unik dari seluruh dunia yang diberi nama Ig Nobel. Penghargaan yang lucu tetapi serius, sebagai apresiasi atas penemuan-penemuan yang terdengar konyol tetapi memiliki nilai ilmiah yang nyata. Tahun ini, sebanyak sepuluh penelitian unik dari berbagai belahan dunia menerima penghargaan tersebut dalam upacara yang untuk pertama kalinya digelar di Zurich, Swiss, setelah selama 35 tahun berlangsung di Boston, Amerika Serikat, dikutip dari laporan Ars Technica, Jumat (4/9/2026).
Perpindahan lokasi ini pun memiliki alasan yang menarik. Penyelenggara menyatakan bahwa semakin banyak peneliti enggan bepergian ke Amerika Serikat karena alasan keamanan, sehingga empat dari sepuluh pemenang tahun lalu memilih tidak hadir.
Oleh karena itu, mulai tahun ini dan seterusnya, upacara penghargaan akan digelar di kota-kota Eropa.
Berikut adalah kesepuluh pemenang Hadiah Ig Nobel tahun 2026 beserta riset mereka yang terdengar lucu namun ternyata brilian:
1. Definisi Ciuman Paling Akurat
Peneliti dari Inggris menyusun definisi ilmiah pertama tentang apa itu "berciuman". Setelah mempelajari perilaku hewan mulai dari semut, burung, beruang kutub, hingga manusia, mereka menyimpulkan bahwa berciuman adalah "kontak mulut-ke-mulut yang tidak bermusuhan, dengan pergerakan bibir, dan bukan untuk memberi makan".
Ternyata, sebagian besar kera besar juga berciuman, namun gorila timur tampaknya tidak memiliki kebiasaan tersebut. Bahkan nenek moyang kita, manusia purba Neanderthal, diperkirakan juga saling berciuman.
Penulis penelitian ini adalah Matilda Brindle, Catherine Talbot, and Stuart West.
2. Orang Kaya Lebih Gampang Mengambil Hak Orang Lain
Melalui tujuh penelitian terpisah, tim peneliti Amerika Serikat menemukan pola yang menarik yaitu orang yang memiliki status sosial lebih tinggi terbukti lebih cenderung memotong antrean, tidak memberi jalan kepada pejalan kaki, hingga mengambil permen yang disediakan untuk anak-anak.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecenderungan mementingkan diri sendiri ternyata lebih kuat terlihat pada mereka yang memiliki kedudukan lebih tinggi di masyarakat.
Penulis penelitian ini adalah Paul Piff, Daniel Stancato, Stéphane Côté, Rodolfo Mendoza-Denton, dan Dacher Keltner,
3. Susu Kecoa Lebih Padat Energi dari Susu Sapi
Siapa sangka, kecoa tertentu yang melahirkan anak hidup ternyata menghasilkan "susu" yang kandungan energinya tiga kali lipat lebih padat dibanding susu sapi.
Salah satu spesies kecoa yaitu Diploptera punctata bisa 'memberi makan' langsung embrio yang masih ada di 'sarang' dalam proses reproduksi yang bernama "viviparitas." Proses ini membuat embrio kecoa lebih cepat "dewasa."
Peneliti dari berbagai negara berhasil memetakan struktur protein kristal dari susu kecoa tersebut dan menemukan bahwa kepadatannya begitu tinggi sehingga sangat berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan masa depan yang padat gizi.
Peneliti yang terlibat adalah Sanchari Banerjee, Nathan Coussens, François-Xavier Gallat, Nitish Sathyanarayanan, Jandhyam Srikanth, Koichiro Yagi, James Gray, Stephen Tobe, Barbara Stay, Leonard Chavas, dan Subramanian Ramaswamy
4. Cara Buang 'Ingus' Terbaik
Seorang peneliti asal Jepang yang telah meninggal dunia menemukan cara terbaik secara ilmiah untuk membuang "ingus." Setelah mengukur kecepatan, tekanan, dan volume udara dari ratusan kali percobaan, ia menyimpulkan bahwa meniup hidung dengan kuat dan dalam justru lebih sehat. Jika dilakukan dengan benar, tekanan di saluran pendengaran tidak akan berbahaya, dan lendir dapat keluar dengan lebih bersih sehingga mencegah penyakit saluran pernapasan.
Penulis penelitian adalah Tokuji Unno.
5. Bagian Ular yang Diinjak Agar Tidak Menggigit
Peneliti asal Brasil dengan berani menginjak berbagai bagian tubuh ular berbisa pada waktu yang berbeda dan suhu yang beragam. Hasilnya: ular paling mudah marah dan menggigit jika diinjak di bagian kepala, pada siang hari, dan saat cuaca hangat.
Ular yang masih muda dan betina juga terbukti lebih agresif. Temuan ini membantu masyarakat di daerah pertanian mengetahui kapan dan posisi ular paling berbahaya.
Peneliti yang terlibat adalah João Miguel Alves-Nunes, Adriano Fellone, Selma Maria Almeida-Santos, Carlos Roberto de Medeiros, Ivan Sazima, dan Otavio Augusto Vuolo Marques.
6. Desain Kloset Pria yang Tidak 'Nyiprat'
Riset ini memakan waktu bertahun-tahun namun hasilnya luar biasa. Para peneliti menemukan bahwa jika aliran air seni mengenai permukaan pada sudut tepat 30 derajat ke bawah, tidak akan ada percikan yang memantul kembali.
Berdasarkan temuan itu, mereka merancang kloset berbentuk cangkang siput laut yang melengkung sehingga aliran air seni meluncur halus tanpa memercik sama sekali. Dibandingkan kloset biasa, desain ini menghasilkan hingga 50 kali lebih sedikit percikan.
Penulis penelitian adalah Randy Hurd, Zhao Pan, Tadd Truscott, dan Kaveeshan Thurairajah.
7. Mulut Nyamuk Dijadikan Printer 3D
Peneliti Amerika Serikat menemukan bahwa mulut nyamuk yang sangat halus dan tajam ternyata memiliki bentuk yang sempurna untuk dijadikan kepala penyemprot pada mesin cetak tiga dimensi.
Dengan menyesuaikan mulut nyamuk betina yang biasa digunakan untuk menghisap darah, mereka berhasil mencetak benda berukuran sangat kecil dengan ketelitian dua kali lipat lebih baik dibandingkan alat cetak termahal yang dijual di pasaran.
Penulis penelitian adalah Justin Puma, Zhen Yang, Evan Johnston, Zixin Zhang, Xiaoyi Lan, Lingzhi Zhang, Hongyu Hou, Zixin He, Ali Afify, Megan Creighton, Jianyu Li, dan Changhong Cao
8. Alasan Bayi Berbau Enak, Tetapi Remaja Tidak
Peneliti dari Jerman dan Polandia menanyakan kepada ratusan orang tua tentang bau badan anak-anak mereka. Hasilnya sangat jelas yaitu orang tua merasa bau badan bayi mereka sangat harum dan menyenangkan.
Namun seiring bertambahnya usia dan memasuki masa remaja, persepsi itu berubah drastis. Secara ilmiah, hal ini ternyata berkaitan dengan ikatan batin antara orang tua dan anak yang semakin melemah seiring anak tumbuh mandiri.
Penulis penelitian adalah Ilona Croy, Tomasz Frackowiak, Thomas Hummel, dan Agnieszka Sorokowska
9. Kita Suka Teman yang Kejam kepada Musuh Kita
Peneliti dari Amerika Serikat dan India bertanya kepada lebih dari 1.000 orang tentang sikap yang mereka inginkan dari seorang teman kepada orang. Hasilnya adalah sebagian besar menyatakan ingin agar teman bersikap baik kepada dirinya dan orang asing.
Namun kepada orang yang tidak kita sukai, kebanyakan justru lebih ingin agar teman bersikap kejam. Artinya, kesetiaan kepada kelompok ternyata lebih dihargai daripada kebaikan hati secara umum.
Jaimie Arona Krems, Rebecka Hahnel-Peeters, Laureon Merrie, Keelah Williams, dan Daniel Sznycer adalah penulis penelitian tersebut.
10. Mengubur Celana Dalam untuk Mengecek Kesuburan Tanah
Riset paling unik tahun ini dilakukan dengan mengubur 1.000 pasang celana dalam katun di tanah di lebih dari 25 negara. Setelah dua bulan, celana itu digali kembali untuk melihat seberapa banyak yang telah hancur.
Ternyata, celana yang terkubur di kebun pribadilah yang paling cepat hancur, menandakan tanah di sana paling subur dan kaya unsur hayati. Sementara halaman rumput rumah warga justru menunjukkan aktivitas tanah yang paling rendah. Dari sini lahirlah sebuah cara sederhana untuk mengukur kesehatan tanah: cukup kubur sepasang celana dalam dan tunggu dua bulan.
Kesepuluh penelitian di atas terdengar seperti lelucon atau pemborosan waktu. Namun jika diteliti lebih dalam, semuanya menyimpan penemuan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Mulai dari cara meniup hidung, desain kloset, hingga cara mengecek kesuburan tanah dengan celana bekas.
Seperti yang selalu menjadi inti dari penghargaan Ig Nobel yaitu penemuan yang pertama kali membuat kita tertawa, lalu membuat kita berpikir. Siapa tahu, di antara hal-hal yang tampak konyol itulah, tersembunyi jawaban atas masalah-masalah besar yang belum pernah terpikirkan oleh siapa pun.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]


















































